• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Nusiana

Alasan Cak Thoriq Larang Lurah di Lumajang Kawin Lagi

Alasan Cak Thoriq Larang Lurah di Lumajang Kawin Lagi
Cak Thoriq bersama keluarga. (Foto: NOJ/Facebook)
Cak Thoriq bersama keluarga. (Foto: NOJ/Facebook)

H Thoriqul Haq dikenal sebagai Bupati Lumajang yang tegas dan disiplin. Namun  Cak Thoriq, sapaannya sebenarnya juga kaya humor. Kesan sangar hanya ditunjukkan bila tengah menghadapi masalah yang mengganggu layanan masyarakat. Namun di luar itu, sangat ramah, gampang diajak bicara siapa saja, termasuk masyarakat bawah.
 

Salah satu humor seperti diceritakan A Afif Amrullah, Ketua Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur. 
 

Bahwa pada Jumat (14/01/2022) dilakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara) di lahan relokasi BSD (Bumi Semeru Damai). Bantuan dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) melalui NU Care-LAZISNU Jawa Timur dan Lumajang itu diberikan untuk penyintas bencana awan panas dan guguran atau APG Semeru. 
 

“Setiap ada pelantikan kepala desa di daerahnya, Cak Thoriq selalu berpesan ojo rabi maneh (jangan kawin lagi),” kata A Afif di akun Facebooknya.
 

Mau tahu mengapa Cak Thoriq melarang para kepala desa atau lurah menikah lagi? Ada dua alasan.
 

“Pertama, kalau tidak benar-benar siap, punya beberapa istri berpotensi mengganggu kinerja. Dana yang seharusnya untuk rakyat, bisa-bisa dipakai untuk nuruti tuntutan istri muda,” kata Cak Thoriq dengan mimik serius.
 

Sedangkan alasan kedua, kawin lagi itu bisa menyakiti hati bupati. 
 

"Wong bupatinya saja gak berani kok kepala desanya berani-beraninya kawin lagi. Kan garai lara ati (membuat sakit hati)?," katanya sambil terkekeh.
 

Afif menyadari bahwa Cak Thoriq yang baru saja terpilih sebagai Ketua IKA PMII Jawa Timur ini seakan sedang berpesan. Supaya jangan menyakiti hati senior. 
 

"Wong seniornya saja gak berani kok yuniornya berani ngalah-ngalahi senior. Siap laksanakan, senior,” pungkas Afif.


Nusiana Terbaru