• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Parlemen

Anggota DPRD Jatim Dukung Kemandirian Ekonomi NU

Anggota DPRD Jatim Dukung Kemandirian Ekonomi NU
Ahmad Athoillah mendorong NU memiliki kemandirian ekonomi. (Foto: NOJ/JId)
Ahmad Athoillah mendorong NU memiliki kemandirian ekonomi. (Foto: NOJ/JId)

Mojokerto, NU Online Jatim

Kemandirian ekonomi bagi organisasi sosial keagamaan seperti Nahdlatul Ulama harus terus didorong. Karena dengan mandiri, akan berimplikasi kepada keputusan organisasi.

 

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Athoillah selaku anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Timur.

 

“NU di tingkat daerah yakni kabupaten maupun kota untuk membangun kemandirian ekonomi hingga di tingkat paling bawah,” kata pria yang tinggal di Denanyar, Jombang tersebut.

 

Dalam pandangan Gus Aik, sapaan akrabnya bahwa cara yang dapat dilakukan untuk sampai ke arah sana adalah dengan melakukan penguatan Sumber Daya Manuaia (SDM) bagi seluruh kader dan masyarakat sekitar.

 

“Penguatan SDM ini dilakukan dengan membentuk tenaga terampil di tiap-tiap ranting maupun badan otonom. Harapannya, seluruh kader NU bisa survive, terutama di tengah pandemi seperti ini,” jelasnya di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kutorejo, Mojokerto, Sabtu (06/03/2021).

 

Dalam pandangannya, bantuan pemerintah untuk penguatan ekonomi sangat banyak, mulai dari pusat hingga provinsi. Sayang sekali bila fasilitas ini tidak termanfaatkan dengan baik.

 

Mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang tersebut menyatakan NU punya potensi cukup besar di berbagai bidang dan lembaga. Dirinya berharap semua bisa diberdayakan secara maksimal. Mereka bisa bersatu dan membuat program secara terintegrasi bagi kader dan masyarakat sekitar. 

 

"Untuk tahap awal mungkin penguatan SDM dulu. Mereka bisa membuat pelatihan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, digital marketing, budi daya ternak atau sejenisnya. Prinsipnya harus sesuai dengan kebutuhan," urainya.

 

Dia mencontohkan, untuk wilayah pedesaan bisa menggelar pelatihan di bidang pertanian atau peternakan. Sementara untuk anak-anak muda seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dapat berlatih digital marketing atau startup. Selanjutnya semua SDM itu akan difasilitasi untuk bisa mendapatkan program stimulan dari pemerintah. 

 

"Penguatan SDM ini penting. Sebab, jangan sampai program stimulan dari pemerintah tidak termanfaatkan,” tegasnya.

 

Dirinya kemudian menjelaskan bahwa hingga kini berapa banyak bantuan dari pemerintah terbengkalai begitu disalurkan.

 

“Penyebabnya karena tidak sesuai kebutuhan," ujar anggota Komisi B DPRD Jatim ini. 

 

Agar kasus serupa tidak terjadi, dia berharap semua lembaga di bawah naungan NU untuk berlatih dan menyusun kebutuhan. Tujuannya berbagai program penguatan ekonomi bisa dimaksimalkan pemanfaatannya.

 

Di tingkat provinsi, bantuan tersebut cukup banyak. Ada bantuan modal, program dana bergulir hingga berbagai pendampingan UMKM. Semua ini bisa diakses oleh kelompok-kelompok seperti NU ini.

 

“Penguatan SDM ini juga bisa mempermudah pemerintah dalam membuat dan menyalurkan program. Sebab, semua bantuan akan didistribusikan sesuai kebutuhan, bukan disamaratakan,” pungkasnya. 
 


Editor:

Parlemen Terbaru