• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Parlemen

Angkat Kesejahteraan, Garda Bangsa Jatim Gelar Koalisi Petani Tembakau

Angkat Kesejahteraan, Garda Bangsa Jatim Gelar Koalisi Petani Tembakau
Flyer istighatsah koalisi tembakau. (Foto: NOJ/Totok)
Flyer istighatsah koalisi tembakau. (Foto: NOJ/Totok)

Surabaya, NU Online Jatim

Komoditas tembakau di Provinsi Jawa Timur terkenal tidak ada duanya. Sebagai provinsi penghasil tembakau besar, Jawa Timur menempati urutan kedua setelah Nusa Tenggara Barat. 

 

Kementerian Pertanian mencatat, produksi tembakau di Jawa Timur mencapai 85 ribu ton pada 2020. Jumlah itu merupakan yang terbesar secara nasional sepanjang tahun lalu. Melalui tanaman daun emas ini, Jawa Timur bisa memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan cukai nasional. 

 

Provinsi ujung pulau Jawa tersebut menghasilkan cukai sebesar Rp 104,56 triliun. Nilai tersebut setara dengan 63,42 persen dari total penerimaan cukai hasil tembakau nasional yang mencapai Rp 164,87 triliun. 

 

Namun walaupun tembakau termasuk komoditi yang menjanjikan, tingkat kesejahteraan petani tembakau masih berada di garis yang memprihatinkan. Tidak berbanding lurus dengan keberhasilan petani sebagai penyumbang terbesar pendapatan cukai nasional. 

 

"Ini sebetulnya kontradiktif, daerah kita menghasilkan begitu banyak tembakau berkualitas dengan sumbangan pendapatan yang begitu besar. Namun kesejahteraan masyarakat petani tembakau masih rendah," kata Ketua Dewan Koordinator Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Timur, Ubaidillah, Selasa (07/09/2021). 

 

Ubaidillah yang juga Anggota DPRD Jawa Timur ini mengaku, mendapat banyak keluhan masyarakat terkait harga jual tembakau yang tidak sebanding dengan harga produksi. Harga jual yang murah menurutnya tidak sepadan dengan perasan keringat petani. 

 

"Pengerjaan tembakau yang membutuhkan ketelatenan tinggi seakan tidak terhargai karena murahnya nilai jual tembakau," tuturnya. 

 

Lebih lanjut, ia mendorong agar peran pemerintah diperkuat dalam hal kesejahteraan petani. Dukungan penuh dengan membuat kebijakan dan penyediaan anggaran harus dilakukan. Hal tersebut demi menghindari kewenangan industri rokok dalam membeli tembakau petani yang dinilainya tidak seimbang. 

 

"Kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan. Khususnya dalam keseimbangan harga tembakau dengan harga rokok di pasaran. Pemerintah harus bisa menyeimbangkan harga agar kesejahteraan petani terangkat. Mereka para pemodal asing dan industri rokok jangan dibiarkan beli harga bawah, tapi jual rokok harganya mahal," kata politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini. 

 

Oleh karenanya, melihat realitas nasib petani tembakau, DKW Garda Bangsa Jawa Timur bekerja sama dengan Gerbang Tani akan menggelar Istighatsah Koalisi Tembakau. Kegiatan tersebut mengkaji tiga isu sentral yang erat kaitannya dengan petani tembakau. 

 

"Tiga isu yang kami kaji dalam acara ini pertama tentang perlindungan petani tembakau, kedua isu kesehatan masyarakat, serta posisi pemodal asing di industri rokok," ujarnya. 

 

Kegiatan yang akan digelar pada Kamis (09/09/2021) besok akan memakai metode daring dengan tiga titik lokasi berbeda, yakni di Graha Gus Dur Surabaya, Graha Gus Dur Sumenep dan Graha Gus Dur Jember. 

 

Bagi masyarakat yang berkenan mengikuti bisa begabung menggunakan aplikasi Zoom dengan Meeting ID: 7711466916, Pascode: Radesa, pukul 18.00 WIB.


Parlemen Terbaru