• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Parlemen

Ketua Komisi B DPRD Jatim Dorong Pemerintah Perhatikan Ekonomi Pesantren

Ketua Komisi B DPRD Jatim Dorong Pemerintah Perhatikan Ekonomi Pesantren
Aliyadi Mustofa berharap pemerintah perhatikan ekonomi pesantren. (Foto: NOJ/KM)
Aliyadi Mustofa berharap pemerintah perhatikan ekonomi pesantren. (Foto: NOJ/KM)

Surabaya, NU Online Jatim

Sumbangsih pesantren kepada negeri ini demikian besar. Tidak hanya saat ini, jauh sebelum negeri merdeka telah memberikan perlawanan kepada penjajah. Rela mengorbankan harta, bahkan nyawa sehingga dapat hidup tentram hingga kini.

 

Demikian berartinya kontribusi pesantren kepada kemajuan negeri, sudah saatnya dibalas dengan perhatian yang memadai. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban mendorong perbaikan dan memberikan perhatian lebih kepada lembaga pendidikan tertua di negeri ini.

 

Harapan tersebut sebagaimana disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa. Apalagi dalam waktu dekat akan diperingati hari santri yang tahun ini masih diliputi lesunya perekonomian akibat pandemi Covid-19.

 

“Pesantren memiliki potensi besar, terutama dalam menggerakkan ekonomi. Makanya, pemerintah harus mendorong menggerakkan ekonomi pesantren,” kata pria yang akrab disapa Gus Aliyadi tersebut, Senin (19/10/2020).

 

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, khusus di Jawa Timur tercatat ada sekitar 4700 pondok pesantren dengan jumlah 1 juta santri lebih. Berbeda lagi dengan alumni pesantren dan simpatisannya. Dengan demikian, menggerakkan ekonomi melalui pesantren merupakan media yang cukup tepat.

 

“Selama ini, beberapa usaha yang dijalankan pesantren berkembang pesat mulai koperasi hingga industri kecil menengah atau IKM. Pesantren ini aset dan potensi besar dalam menggerakkan serta memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Potensi besar ini harus kita dorong,” ungkap dia.

 

Wakil rakyat peraih suara terbanyak ini melanjutkan, ditetapkannya hari santri dan undang-undang pesantren yang dimotori oleh PKB dan PBNU menjadi angin segar bagi pesantren. Tentu perhatian pemerintah terhadap pesantren harus lebih maksimal.

 

“Sejauh ini, lulusan pesantren atau santri telah mampu mengisi ruang-ruang publik dalam membangun bangsa ini,” terangnya. Tidak hanya jabatan-jabatan di tingkat daerah, melainkan santri telah mampu menjadi pemimpin di negeri ini sebagai presiden dan wakil presiden, lanjutnya.

 

Disampaikannya bahwa santri telah banyak menjadi pemimpin yang berintegritas, mulai skala lokal hingga nasional.

 

“Pesantren dan para santri sangat berkomitmen untuk terus menjaga NKRI,” pungkasnya.


Editor:

Parlemen Terbaru