• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Parlemen

Kiai Nawawi, Ulama yang Disegani Berbagai Kalangan

Kiai Nawawi, Ulama yang Disegani Berbagai Kalangan
Anwar Sadad dengan Kiai Nawawi. (Foto: NOJ/istimewa)
Anwar Sadad dengan Kiai Nawawi. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Kepergian KH A Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan adalah kehilangan besar. Bukan hanya umat Islam di Jawa Timur, tapi juga di tanah air. Ketokohannya melampaui keberadaannya sebagai pengasuh pondok pesantren dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

Kiai Nawawi adalah tokoh yang dapat diterima berbagai golongan. Hal itu dapat ditunjukkan dengan banyaknya tokoh dari berbagai kalangan yang sowan ke Pondok Pesantren Sidogiri. Seringkali Kiai Nawawi bergurau dengan para tamu lantas menanyakan mengapa tokoh-tokoh nasional mendatanginya, padahal Kiai Nawawi merasa hanyalah seorang kiai pesantren yang jauh dari kota.

 

Tokoh yang sowan kepada beliau bukan hanya tokoh agama, tapi juga tokoh politik dan pemerintahan. Hal tersebut dibenarkan oleh Anwar Sadad, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.

 

"Itulah kelebihan Kiai Nawawi. Selalu menutupi ketokohannya, meskipun santrinya tersebar di seluruh tanah air," kata Anwar Sadad, Ahad (13/06/2021).

 

Tidak hanya itu, salah satu sepupu Kiai Nawawi juga mengungkapkan hal yang sama.

 

"Kiai Nawawi adalah kiai besar, yang merasa kecil. Pernyataan itu saya dapatkan dari salah satu sepupunya, Mas Nawawi Sa’dullah," ungkapnya.

 

Menurut Plt Ketua DPD Gerindra Jawa Timur tersebut, Kiai Nawawi adalah sosok yang cinta ilmu. Ia selalu memotivasi para santri untuk mengajar, pada saat mereka sudah kembali ke rumahnya.

 

“Mengajar santri aktivitas kesehariannya. Dalam beberapa kali kesempatan sowan kepada Kiai Nawawi, saya sering mendapatkan wejangan dan amalan. Seringkali pula mendapatkan kisah-kisah tentang kiai dan para wali yang sarat akan hikmah. Seingat saya Kiai Nawawi paling sering bercerita tentang pamannya, KH Cholil Nawawi,” pungkasnya.

 

Kiai Nawawi lahir dan dibesarkan di Pondok Pesantren Sidogiri. Putra dari KH Abd Djalil bin Fadhil, yang syahid pada saat Agresi Militer Belanda pertama, tahun 1947. Ibunya adalah Nyai Hanifah putri dari KH Nawawi bin Nurhasan. Kiai Nawawi dikenal sebagai kiai yang satu zaman dengan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Keduanya, dalam beberapa catatan, intensif berembuk tentang pendirian organisasi Nahdlatul Ulama. Menurut beberapa sumber, tambang di logo NU yang dibuat longgar itu ide Kiai Nawawi yang menandakan fleksibilitas. Dalam buku-buku sejarah NU, nama Kiai Nawawi biasanya tertulis KH Mas Nawawi Pasuruan.


Parlemen Terbaru