• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Parlemen

Muhammad Fawaid Terima Keluhan Peternak Akibat PMK

Muhammad Fawaid Terima Keluhan Peternak Akibat PMK
Banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait wabah PMK. (Foto: NOJ/Pem)
Banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait wabah PMK. (Foto: NOJ/Pem)

Lumajang, NU Online Jatim
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak berkuku ganda membuat rugi banyak masyarakat Jawa Timur. Dan hingga saat ini wabah tersebut masih belum ada jalan keluarnya. 


Seperti yang dikatakan anggota DPRD Jatim, Muhammad Fawaid saat melakukan agenda serap aspirasi di daerah pilihannya, Jember-Lumajang banyak mendapat keluhan terkait wabah tersebut. Tidak sedikit ternak yang mati ketika terpapar wabah PMK. 


"Dari keluhan yang masuk saat saya reses, dan juga data yang disampaikan di Rowo Sari, Rowo Kangkung ini dan wilayah lain di Jember Lumajang. Masalah PMK menjadi keluhan utama, apalagi ini mau hari raya kurban tentu harapannya dapat untung kan. Namun yang terjadi sebaliknya malah rugi," kata Fawaid, Kamis (02/06/2022). 


Bahkan, Fawaid yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini, menuturkan bahwa persoalan wabah PMK ini bagi para peternak lebih berat dibanding sebaran Covid-19. 


"Kala Covid-19, manusianya kena ternaknya aman, bagi peternak masih ada lahan pendapatan. Nah kalau PMK ternaknya kena, terus mati petaninya kena imbas juga. sumber pendapatannya hilang, jadi susahnya dua kali. Di sini dari data Kades tadi ada 13 ternak yang mati, " jelasnya. 


Sebagai solusi yang didengarnya dari masyarakat, Fawaid menuturkan rata-rata para peternak ingin beralih kepada ternak air tawar. Permintaan tersebut menurutnya positif yang harus didukung pemerintah. 


"Mereka meminta dibantu untuk sementara bisa beralih ke ternak air tawar. Bisa lele, ikan nila, gurame dan yang lainnya," ungkap politisi yang juga Presiden Laskar Shalawat Nusantara ini. 


Karenanya Fraksi Gerindra akan mendesak seluruh pihak terkait di Pemprov Jatim bekerja bersama membuat kebijakan meringankan beban peternak yang sapinya mati karena PMK. Apalagi kata Gus Mufa saat ini juga masuk tahun ajaran baru anak anak naik ke jenjang sekolah berikutnya. 


"Maka saya mengusulkan kementerian pendidikan, juga dinas pendidikan di daerah bisa memberi kebijakan dengan meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan untuk anak anak peternak yang dirundung masalah ini. Ini lah bagi saya solusi yang harus diambil pemerintah. Dan kami Fraksi Gerindra akan memperrjuangkan agar ini bisa diwujudkan," pungkasnya.
 


Editor:

Parlemen Terbaru