• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Parlemen

Pengetahuan Kebencanaan Penting Dimulai Sejak Bangku Sekolah

Pengetahuan Kebencanaan Penting Dimulai Sejak Bangku Sekolah
Pengetahuan kebencanaan hendaknya dimulai sejak bangku sekolah. (Foto: NOJ/A Toriq)
Pengetahuan kebencanaan hendaknya dimulai sejak bangku sekolah. (Foto: NOJ/A Toriq)

Surabaya, NU Online Jatim
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Iskandar menyoroti ancaman datangnya bencana hidrometeorologi disebabkan oleh faktor alam. Seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.  


Iskandar mengatakan butuh penanganan sejak dini. Edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan, sebagai langkah antisipasi. 


"Paling tidak kita melindungi keselamatan, kepentingan masyarakat di seluruh Jawa Timur," kata Iskandar di ruangannya, Senin (27/06/2022). 


Letak geografis yang berada di antara cincin api tidak dapat dipungkiri menjadi penyebab utama sering terjadinya bencana alam. Kondisi tersebut menurut politisi asal Madura ini butuh kesadaran akan pentingnya pemahaman kebencanaan. 


Sosialisasi bahkan pengisian materi pendidikan kebencanaan di dunia sekolah juga harus dilakukan. Dengan harapan pengetahuan tersebut dapat teraplikasi sejak dini, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana tersebut. 


"Saya kira memang sudah waktunya edukasi pengenalan kepada alam. Baik itu pengenalan secara utuh baik itu bencana dan sebagainya itu harus dikenalkan kepada masyarakat dan harus sistemik. Baik itu melalui pendidikan ataupun sosialisasi melalui RT RW," kata politisi dari Partai Demokrat ini. 


Pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah, lanjutnya, harus sudah mulai terdesain. Sub materi apa saja yang harus diberikan, dimulai dari yang paling sederhana, seperti mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungannya, hingga penanganan tingkat profesional. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota menjadi pelopor pendidikan itu, kendati memerlukan waktu secara bertahap. 


"Itu bukan pekerjaan mudah, namun itu harus dilakukan, sehingga kita lebih siap menghadapi segala keadaannya itu. Mungkin pemerintah daerah yang bisa mengatur itu secara efektif," tandasnya.


Editor:

Parlemen Terbaru