• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Pemerintahan

Didukung Mahfud MD, Bupati Bangkalan Bakal Galakkan Sosialisasikan Prokes

Didukung Mahfud MD, Bupati Bangkalan Bakal Galakkan Sosialisasikan Prokes
Menkopolhukam Mahfud MD bersama Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron Amin di Bangkalan. (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).
Menkopolhukam Mahfud MD bersama Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron Amin di Bangkalan. (Foto: NOJ/ Pemkab Bangkalan).

Bangkalan, NU Online Jatim

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berkunjung ke Kabupaten Bangkalan, Selasa (15/06/2021). Kedatangan Mahfud MD tidak lain untuk mendukung penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan setelah ada lonjakan kasus.

 

Dilansir dari laman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, dalam lawatan ini Mahfud MD mengajak para alim ulama menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

 

Dukungan dari Mahfud MD ini juga menjadi spirit tersendiri bagi Pemkab Bangkalan dalam menghentikan laju Covid-19.

 

Bupati Bangkalan RKH Abdul Latif Imron Amin mengaku, imbauan Menkopolhukam itu akan diteruskan oleh para ulama untuk mengajak para santri dan wali santri agar mematuhi protokol kesehatan.

 

"Beliau (Mahfud MD) tadi berpesan agar ulama ikut mensosialisasikan kepada para santri, wali santri dan alumni agar mematuhi protokol kesehatan," katanya.

 

Bupati yang akrab disapa Ra Latif ini memaparkan, Pemkab telah memberlakukan penyekatan secara berkala untuk Desa yang menjadi episentrum Covid-19.  "Terus kami awasi mobilitas warga di kecamatan yang menjadi zona merah," ungkapnya.

 

 

Tidak hanya itu, tracking kepada masyarakat terus dilakukan, yakni melakukan tes swab pcr dan rapid antigen di beberapa lokasi. "Kalau yang rapidnya reaktif kita karantina, kalau yang negatif kita lanjutkan vaksin," tandas Ra Latif.


Editor:

Pemerintahan Terbaru