• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 23 Januari 2022

Pemerintahan

Pertama di Jatim, Pengurus OPOP Gresik Dikukuhkan

Pertama di Jatim, Pengurus OPOP Gresik Dikukuhkan
Pengukuhan Pengurus OPOP Gresik. (Foto: OPOP)
Pengukuhan Pengurus OPOP Gresik. (Foto: OPOP)

Gresik, NU Online Jatim

Ada yang menarik dalam helatan Kopilaborasi Sambang Pesantren kali ini. Pasalnya untuk pertama kalinya di Jawa Timur, Kabupaten Gresik mengukuhkan pengurus One Pesantren One Product (OPOP). Pengukuhan ini berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Kec.Bungah, Gresik, Senin (22/11/2021).

 

Pada acara pengukuhan ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menunjuk Sekda Gresik, Achmad Wasil untuk menjadi Ketua OPOP Kab.Gresik.

 

Gerak cepat Pemkab Gresik dalam mendukung program prioritas Pemprov Jatim ini pun sangat diapresiasi oleh Sekjen OPOP, Mohammad Ghofirin.

 

Dalam kesemapatan itu, Gus Ghofirin, sapaan akrabnya menyampaikan jika Jawa Timur memiliki 6.864 pondok pesantren atau setara 24,76 persen dari total pesantren secara nasional. Maka dari itu pihaknya berharap, hal ini bisa menjadi motor kebangkitan ekonomi berbasis pesantren, sesuai slogan OPOP Pesantren berdaya masyarakat sejahtera.

 

“Mari terus kita bangun sinergitas pemerintah dengan masyarakat pemerintah dengan pesantren sudah saatnya kita berpikir kemandirian itu dari pesantren, dalam pembentukan karakter santri yang enterpreneur dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.

 

Disisi lain Gus Yani, Bupati Gresik, mengungkapkan jika program yang diinisiasi oleh Gubernur Khofifah ini sangatlah tepat guna mewujudkan kemandirian pesantren.

 

Pihaknya pun berpesan untuk tidak pernah takut dalam mengembangkan suatu bisnis. Menurutnya, sekecil apapun usaha itu akan tumbuh besar dengan usaha dan kerja keras, yang harus ditanam oleh santri.

 

“Tentunya dalam proses pendampingan dan pemasaran juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten,” ucap Bupati Gresik.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Diskop UKM Jatim Mas Purnomohadi, mengatakan jika santri selain belajar ngaji akan dibentuk sebagai wirausahawan mandiri.

 

“Pondok pesantren juga dituntut sebagai agen perubahan dalam kebangkitan Ekonomi sesuai tiga pilar OPOP, yakni Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sosiopreneur,” terangnya.

 

Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin KH. Muhammad Iklil Sholih, Ketua Pondok Pesantren Qomaruddin KH. Muhammad Ala’uddin, KH.Nawawi dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Gresik.


Pemerintahan Terbaru