• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 8 Desember 2022

Pemerintahan

Pesantren di Trenggalek Ubah Sampah Plastik Jadi Hiasan Bunga

Pesantren di Trenggalek Ubah Sampah Plastik Jadi Hiasan Bunga
Bunga hias dari limbah sampah.
Bunga hias dari limbah sampah.

Trenggalek, NU Online Jatim

Sampah seringkali dianggap sebagai perusak lingkungan. Namun stigma tersebut tidak berlaku bagi santri di Pondok Pesantren Darussalam, Sumberingin, Karangan, Kabupaten Trenggalek. Santri-santri dengan tangkas mengumpulkan tas kresek bekas dan mengubahnya menjadi barang yang bermanfaat.

 

Tas kresek bekas tersebut diubah menjadi kerajinan bunga hias yang indah dipandang mata. Hingga kerajinan bunga dari daur ulang tas kresek itu, terlihat mirip sekali dengan bunga asli.

 

“Di pondok banyak sekali plastik bekas, bekas apa saja. Terus kita buat daur ulang dari plastik tersebut,” kata Gus Nafiul Warah, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam pada Selasa (08/12/2020).

 

Pengasuh dari generasi ketiga pendiri pesantren ini menambahkan bahwa, kegiatan daur ulang tas kresek bekas menjadi kerajinan tangan bertujuan agar para santri juga menggeluti dunia wirausaha.

 

“Agar santri bisa mandiri. Jadi selain belajar ilmu agama, mereka juga kami ajari berwirausaha melalui usaha Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren),” tambahnya.

 

Selain dijual di Kopontren sendiri, kerajinan tangan bunga hias ini juga dipasarkan melalui media sosial dan jaringan santri serta para alumni. Gus Nafi juga berharap, adanya One Pesantren One Product (OPOP) bisa berkontribusi dalam pengembangan usaha pesantren.

 

“Kerajinan bunga hias ini sudah dipasarkan melalui media sosial dan jaringan santri serta alumni, sehingga bisa dikenal masyarakat luas. Selain itu, kami berharap OPOP bisa membantu kemajuan usaha pesantren,” ujarnya.

 

Kegiatan wirausaha yang telah dilakukan pesantren terbukti telah memberikan hasil yang positif. Selaras dengan KH Mastur Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam yang mengungkapkan bahwa banyak santri yang ketika kembali ke rumahnya bisa membuka usaha-usaha produktif.

 

“Banyak santri yang setelah kembali ke rumahnya kemudian membuka usaha mebel, usaha bengkel motor, dan banyak juga yang menjadi petani,” terangnya.


Pemerintahan Terbaru