• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Pemerintahan

Pesantren Manarul Quran Lumajang, Manfaatkan Potensi Daerah untuk Wirausaha

Pesantren Manarul Quran Lumajang, Manfaatkan Potensi Daerah untuk Wirausaha
Proses pengolahan Kripang. (Foto: NOJ/ss)
Proses pengolahan Kripang. (Foto: NOJ/ss)

Lumajang, NU Online Jatim

Kabupaten Lumajang adalah salah satu daerah yang terkenal dengan buah pisangnya. Kabupaten ini sampai mendapat julukan Oostenrijk Van Java atau Austria Van Java. Tidak heran jika santri di Pondok Pesantren Manarul Quran Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang memanfaatkan potensi alam untuk membuat produk Kipik Pisang (Kripang).

 

Menurut Zamroni, Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Manarul Quran, pemilihan komoditas pisang dikarenakan bahan baku mudah di dapatkan di sekitar pesantren.

 

“Lumajang ini Kota Pisang, jadi bahan baku sangat gampang, dan murah. Rata-rata wali murid dan kolega punya pisang, setidaknya di sekitar rumahnya” katanya pada Jumat (04/12/2020).

 

Alasan lain diungkapkan Zamroni, karena pisang merupakan buah yang mudah diolah, sehingga tidak mengganggu program belajar santri.

 

“Pisang juga bahan yang paling mudah diolah, jadi santri tidak kesulitan dan belajarnya tidak terganggu,” tambahnya.

 

Pemasaran produk Kripang kini sudah menjangkau beberapa kota di luar Lumajang, dengan sistem pemasaran offline.

 

“Kripang selain tersedia di beberapa minimarket dan toko-toko di Lumajang, saat ini juga sudah tersebar di Kediri dan Probolinggo. Kami menerapkan sistem pemasaran melalui informasi dari mulut ke mulut dan reseller, kedepannya akan diperluas melalui media sosial,” ujarnya.

 

Omzet yang dihasilkan sudah mencapai 5 hingga 10 juta per bulan.

 

“Kurang lebih berjalan satu tahun, omzet Kripang sudah mencapai 5 hingga 10 juta rupiah per bulan,” ungkapnya.

 

Produk unggulan pesantren ini kini sudah terdaftar di One Pesantren One Product (OPOP).

 

“Kripang juga sudah terdaftar sebagai produk unggulan di OPOP,” terangnya.

 

Menurut KH Abdul Wadud Nafis, Pengasuh Pesantren Manarul Quran, hadirnya OPOP Jatim kian mendorong upaya kemandirian santri dan pesantren.

 

“Alhamdulillah, dengan hadirnya OPOP santri dan pesantren bisa semakin mandiri dengan belajar berwirausaha,” jelasnya.


Pemerintahan Terbaru