• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Pemerintahan

Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan Angkat Budaya Daerah

Pesantren Tarbiyatut Tholabah Lamongan Angkat Budaya Daerah
Batik Sendang Duwur Lamongan. (Foto: NOJ/lt)
Batik Sendang Duwur Lamongan. (Foto: NOJ/lt)

Lamongan, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Kabupaten Lamongan. Kendati disebut pesantren legendaris, pesantren ini tidak hanya membidangi ilmu agama saja, namun kini sudah mulai melirik dunia bisnis.

 

Pesantren yang terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan ini gencar dalam mendukung kreativitas masyarakat dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Terbukti dengan adanya Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Tarbiyatut Tholabah dengan berbagai produk seperti, kripik pisang, coklat, kain batik, dan lain sebagainya.

 

Menurut Kepala Laboratorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Sifwatir Rif’ah, Kopontren ini adalah motivasi dan wadah santri untuk berkreasi serta upaya untuk pemberdayaan umat.

 

“Kami terus memotivasi santri kami untuk tetap kreatif mengembangkan pontensi yang dimiliki, karena itu bekal mereka untuk masa depan. Juga sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya pada Selasa (08/12/2020).

 

Salah satu yang menjadi produk unggulan Kopontren Tarbiyatut Tholabah adalah batik Sendang Duwur. Batik ini merupakan khas dari Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan.

 

“Kami sejak dua tahun teakhir mencoba melihat potensi yang dimiliki santri dan keluarganya. Dan salah satu yang menjadi konsen utama adalah membantu pengembangan kerajinan kain Batik Sendang Duwur,” ujarnya.

 

Pemasaran batik tulis ini menjangkau pasar lokal dan regional. Selain itu juga memanfaatkan berbagai gelaran pameran di Kabupaten Lamongan atau di Jawa Timur.

 

“Pemasaran kami sudah mencapai Surabaya, Malang, Pasuruan, Jawa Tengah, dan ada beberapa di wilayah Kalimantan. Serta kami ikut sertakan dalam pameran yang diadakan Kabupaten Lamongan atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” terangnya.

 

Rif’ah mengaku, bahwa pengembangan bisnis pesantren bisa dibilang terlambat. Namun, dirinya memiliki harapan besar kepada program One Pesantren One Product (OPOP) dapat membantu mengembangkan bisnis pesantren dan mewadahi produk UMKM pesantren.

 

“Kami berharap besar pada program Ibu Gubernur Khofifah Indah Parawansa ini agar dapat membantu pengembangan usaha pesantren kami,” pungkasnya.


Pemerintahan Terbaru