• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Pendidikan

Dosen Gizi Unusa Berikan Tips Mengolah Daging di Tengah Wabah PMK

Dosen Gizi Unusa Berikan Tips Mengolah Daging di Tengah Wabah PMK
Ilustrasi sapi. (Foto: NOJ/riauonline)
Ilustrasi sapi. (Foto: NOJ/riauonline)

Surabaya, NU Online Jatim
Momen Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah kali ini di masih di hantui dengan adanya Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD), dimana penyakit ini menyerang anggota tubuh hewan qurban utamanya di mulut, jeroan, dan kaki. Penyakit PMK ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat merusak jaringan di dalam sel hewan ternak.


Dosen Program Studi (Prodi) S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama (Unusa), Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes memberikan tips mengolah daging dengan benar dan aman di tengah wabah PMK.  Dimulai dari kondisi daging harus segar dan tidak pucat. Biasanya warna daging hewan yang berusia lebih tua akan lebih gelap warnanya.


“Kedua melihat tekstur yang kenyal dan cepat kembali ke posisi semula pada saat ditekan dengan jari. Jika saat ditekan tidak kembali ke kondisi semula maka bisa dikatakan kualitasnya mulai menurun," ucapnya.


Ketiga, aroma daging khas sapi bukan yang beraroma amis. Keempat, pilihlah daging yang tidak berair, daging yang bagus keset dan tidak mengeluarkan air.


"Pertimbangkan kandungan pada daging yang akan berpengaruh pada cita rasa masakan yang akan di olah," ungkap dosen yang juga Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Gizi Unusa.


Rizki menjelaskan, daging yang terinfeksi oleh penyakit mulut dan kaki tidak dapat dibedakan atau dilihat dengan kasat mata. Sehingga masyarakat untuk menghindari hal tersebut harus memahami serta tahu bagaimana cara mengolahnya untuk mengurangi risiko dengan cara dimasak dengan baik dan benar.


"Cara memasaknya usahakan kondisi tangan dalam kondisi bersih,  jika daging tidak ingin di masak jangan dicuci, lebih baik pindahkan ke wadah yang kedap udara lalu di simpan dalam freezer," jelasnya.


Diterangkan, jika akan memasak daging harus memasaknya hingga matang sempurna dengan suhu 700C dan waktu 30 menit. Air rebusan pertama wajib di buang baru kemudian baru bisa diolah. Selain itu, jeroan yang ingin dikonsumsi sebaiknya direbus dengan air mendidih terlebih dahulu selama 30 menit sebelum diolah atau disimpan dalam pendingin.


"Kemasan daging yang terkena PMK jangan langsung dibuang, namun harus direndam terlebih dahulu dengan detergen untuk mencegah penularan virus," tandasnya.


Dengan pengolahan yang benar, daging tersebut masih dapat dikonsumsi dengan baik asalkan melewati proses yang baik dan benar. Jika sudah mengkonsumsi daging jangan lupa untuk mengkonsumsi sayuran dan buah buahan.


Pendidikan Terbaru