• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Pendidikan

Mahasiswa KSM Unisma Bantu Produk UMKM Galeri Batik Euonia

Mahasiswa KSM Unisma Bantu Produk UMKM Galeri Batik Euonia
Mahasiswa KSM Unisma bersama pelaku UMKM Galeri Batik Euonia Desa Ngenep. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)
Mahasiswa KSM Unisma bersama pelaku UMKM Galeri Batik Euonia Desa Ngenep. (Foto: NOJ/Dokumen Unisma)

Malang, NU Online Jatim
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik kelompok 15 Universitas Islam Malang (Unisma) menjalankan program kerja di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Sabtu-Ahad (19-20/02/2022).

 

Program kerja yang dijalankan yakni melakukan pelatihan membatik bersama salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) guna melestarikan budaya batik di Desa Ngenep.

 

Ibu Yuni Ketua UMKM mengatakan, membatik merupakan proses menggambar pada suatu kain dengan gambaran yang khas, biasanya gambar batik sesuai dengan ciri khas daerah tersebut. Di desa ini juga ada ciri khas sendiri yaitu motif godong kates, yang berasal dari Bahasa Jawa berarti daun pepaya.

 

“Pemilihan motif batik yang berciri khas daun kates ini dipilih langsung oleh Bapak Kepala Desa. Sehingga dalam melakukan proses membatik selalu diberikan motif daun kates sebagai ciri khas dari batik Desa Ngenep,” katanya.

 

Menurut Ibu Yuni, kegiatan membatik ini telah dilakukan sejak tahun 2017 dan mulai aktif pada 2018. Masing-masing dusun juga dibentuk anak cabang yang beranggotakan ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK yang bernama ‘Galeri Batik Eunoia’.

 

“Pelaksanaannya pun telah disesuaikan dengan kesibukan kegiatan ibu PKK yakni dilakukan setiap hari sabtu dan minggu. Sedangkan jenis batik yang diajarkan adalah batik ecoprint dan batik ciprat,” tandasnya.

 

Salah satu anggota mahasiswa KSM Tematik kelompok 15, Faisal Ghufron Hasan menambahkan, tujuan dari diadakannya pelatihan ini selain untuk menambah wawasan mahasiswa dalam membatik, juga sebagai ajang berkreasi bagi ibu-ibu setempat.

 

“Serta mengisi waktu luang melalui kegiatan produktif sekaligus melestarikan budaya dan hasil dari penjualan tersebut dapat membantu pemasukan UMKM,” tambahnya.

 

Dirinya menjelaskan, batik sendiri merupakan budaya warisan leluhur bangsa Indonesia, sehingga diharapkan batik dapat berkembang di dunia internasional dan tidak tergeser oleh pakaian-pakaian modern lainnya

 

“Maka dari itu, selain berupaya melestarikan juga mempromosikan UMKM Galeri Batik Eunoia agar lebih dijangkau oleh masyarakat, dengan cara melakukan pemasaran di dunia digital melalui instagram atau media sosial lainnya,” pungkasnya.


Pendidikan Terbaru