• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Pendidikan

Mahasiswa KSM Unisma Sosialisasi Pernikahan Dini di Sekolah

Mahasiswa KSM Unisma Sosialisasi Pernikahan Dini di Sekolah
Mahasiswa KSM Unisma sosialisasi pernikahan dini di sekolah. (Foto: NOJ/Times Indonesia)
Mahasiswa KSM Unisma sosialisasi pernikahan dini di sekolah. (Foto: NOJ/Times Indonesia)

Malang, NU Online Jatim
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Universitas Islam Malang (Unisma) melaksanakan program kerja dengan memberikan sosialisasi pernikahan dini dan pentingnya melanjutkan sekolah di SMP Islam PGRI Sumberpitu Pasuruan. Kegiatan ini bertempat di ruang kelas IX SMP Islam PGRI setempat dengan sasaran siswa-siswi kelas IX, Jum’at (05/08/2022).


Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berusia di bawah 19 tahun. Pada dasarnya, pernikahan dini dilakukan oleh anak-anak atau remaja yang masih belum cukup umur.


Pernikahan dini akan merampas masa kanak- kanak mereka, sering kali memaksa mereka untuk putus sekolah, mengekspos pada kekerasan seksual, fisik dan emosional serta mendorong mereka ke dalam pengalaman yang belum siap untuk pikiran dan tubuh muda mereka, seperti menjadi seorang ibu.


Kepala Sekolah SMP Islam PGRI Sumberpitu, Ngatmiatin S.E mengatakan, siswa-siswi yang telah lulus dari SMP banyak yang langsung melakukan pernikahan dini, khususnya pada remaja perempuan. Pernikahan dini biasanya dapat disebabkan oleh adanya berbagai faktor, seperti faktor sosial budaya, ekonomi, pendidikan, agama, pandangan dan kepercayaan, serta orang tua.


“Oleh karena itu, peran orang tua juga harus mendukung dan memberi motivasi arahan kepada anaknya agar mereka bisa melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya dan mencegah anak untuk melakukan pernikahan dini,” ujarnya.


Salah satu mahasiswa Unisma, Fajar Wahfiudin menerangkan, terkait pentingnya pendidikan, hal-hal yang bisa di capai dengan pendidikan tentang jurusan perkuliahan, tentang menariknya menuntut ilmu sampai luar negeri. Ia juga menekankan tentang dampak dari meremehkan pendidikan yang akan sangat berpengaruh pada generasi masa depan.


“Pendidikan memainkan peran penting dalam menjaga anak perempuan aman dari pernikahan dini. Faktanya, semakin lama seorang perempuan bersekolah, semakin kecil kemungkinan dia menikah sebelum usia 18 tahun dan memiliki anak selama masa remajanya,” terangnya.


Selain itu, pendidikan memastikan anak perempuan memperoleh keterampilan dan pengetahuan untuk mencari pekerjaan dan sarana untuk menghidupi keluarga mereka. Hal ini dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan mencegah pernikahan anak yang terjadi sebagai akibat dari kemiskinan ekstrim atau keuntungan finansial.


“Menurut Nelson Mandela yang saya kutip yakni pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, kamu dapat mengubah dunia,” jelasnya.


Pendidikan juga bisa berdampak pada generasi masa depan. Dirinya menekankan bahwa pendidikan pertama bagi anak adalah ibu, maka dari itu sebagai calon ibu siswi SMP Islam PGRI Sumberpitu harus melanjutkan pendidikan setinggi- tingginya.


“Kita bisa meraih pendidikan setinggi- tingginya asal kita mau. Dan jangan pernah melakukan pernikahan dini sebelum kita meraih pendidikan yang tinggi,” pungkasnya.


Mahasiswa KSM Tematik Unisma berharap, sosialisasi ini bisa memotivasi untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Selain itu juga mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi pada anak dibawah umur khususnya bagi siswa-siswi SMP Islam PGRI Sumberpitu.


Pendidikan Terbaru