• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Pendidikan

Merawat Peradaban, Unisma Press Gelar Pelatihan Virtual Tingkat Nasional

Merawat Peradaban, Unisma Press Gelar Pelatihan Virtual Tingkat Nasional
Narasumber pelatihan Penulisan Buku Non fiksi dan Penyuntingan Naskah. (Foto: NOJ/humas)
Narasumber pelatihan Penulisan Buku Non fiksi dan Penyuntingan Naskah. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Jumat (04/06/2021) Universitas Islam Malang (Unisma) Press P2KIB menyelenggarakan pelatihan “Penulisan Buku Non fiksi dan Penyuntingan Naskah” bersertifikat. Acara yang diselenggarakan secara virtual tingkat nasional yang pesertanya tersebar dari seluruh daerah di nusantara seperti Pontianak, Palembang, Makasar, Jakarta, Bandung, Semarang, Tegal, Madiun, Kediri, Surabaya, Malang, Madura, Bali, dan lain sebagainya.

 

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala (Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis, merangkap Bidang Pengembangan Usaha (P2KIB-BPU) Universitas Islam Malang, Jeni Susyanti sebagai keynote speaker. Dirinya mengajak seluruh elemen pendidikan yang hadir untuk terus bersemangat, fokus dan serius dalam segala hal terkait penulisan buku yang berkompeten.

 

“Kami juga sangat mengapresiasi Direktur Unisma PRESS P2KIB, Dr Hayat serta mendukung penuh inovasi serta kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (LSP-PEP) melalui uji kompetensi penulis dan editor,” katanya.

 

Kerja sama tersebut dirangkai dalam skema penulisan buku non fiksi, penyuntingan naskah, penyuntingan substansi dan penyuntingan akuisisi pada Sabtu mendatang (12/06/2021). Kegiatan ini akan diselenggarakan secara luring bertempat di Unisma.

 

Turut hadir pula sebagai narasumber utama pada pelatihan virtual ini Manajer Sertifikasi LSP-PEP, Epik Finilih yang menyampaikan materi “Menjadi Editor Buku”. Ia menjelaskan dengan sangat detail dan gamblang mengenai begitu pentingnya menjaga gawang dari para penulis.

 

“Hal tersebut sejatinya lebih kompleks dari pada sekedar memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam berbahasa. Dimana pada masa ini orang begitu mudahnya menulis segala hal dalam segmen kehidupannya masing-masing yang dengan peradaban reformasi. Sehingga semua orang bisa sangat bebas menyampaikan segala aspirasinya berupa tulisan,”

 

Epik menambahkan, bahwa adanya editor menjadi kebutuhan penting bahkan harus tersertifikasi.

 

“Mengerucut pada dampak kefatalan yang begitu krusial dari profesi tersebut, mutlak sangat diperlukan profesi editor yang peluangnya masih sangat besar karena minimnya tokoh dibalik layar ini belum populer bahkan tersertifikasi sehingga belum tercapai standarisasi profesional secara nasional. Hal tersebut dapat dilihat pada daftar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) bahwasanya editor masih merupakan pekerja seni,” tambahnya.

 

Menurut Direktur Unisma Press P2KIB, Dr Hayat, perguruan tinggi mutlak dibutuhkan literasi berupa buku ajar, buku monograf, buku referensi, buku diktat dan modul. Oleh karena itu Dr Hayat memotivasi seluruh peserta untuk aktif menulis.

 

“Mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa semua penulis akan mati. Hanya karyanya yang akan abadi. Tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu di akhirat nanti. Maka teruslah menulis karena ilmu pengetahuan tidak pernah ada tanpa ada yang menuliskannya, yang nantinya akan turut membangun peradaban pula,” ungkapnya.


Pendidikan Terbaru