• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Pendidikan

UIN Malang Bekali Musyrifah Workshop Pengembangan SDM

UIN Malang Bekali Musyrifah Workshop Pengembangan SDM
Workshop pengembangan SDM pengurus Ma'had Al Jami'ah UIN Malang. (Foto: Tangkapan layar YouTube Ma'had Sunan Ampel Al Aly)
Workshop pengembangan SDM pengurus Ma'had Al Jami'ah UIN Malang. (Foto: Tangkapan layar YouTube Ma'had Sunan Ampel Al Aly)

Malang, NU Online Jatim
Ma'had Al Jami'ah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar Workshop Pengembangan SDM bagi para musyrif-musyrifah selaku pengurus dan pendamping mahasiswa baru yang semua wajib bermukim di ma'had pada satu tahun pertama kuliah.


Acara digelar di aula lantai 5 gedung rektorat dengan tema bertajuk  ‘Internalisasi Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Membangun Karakter Ummatan Wasathiyah melalui Pemberdayaan Musyrif-musyrifah’, Rabu (03/08/2022).


Rektor UIN Malang, Prof. Zainuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengasuh dan pengurus Ma'had Al Jami'ah yang telah menjadi garda depan mencetak mahasiswa yang juga memiliki khazanah pengetahuan dan pengamalan Islam yang baik.


"Keberadaan Ma’had di UIN Malang merupakan salah satu distingsi perguruan tinggi ini yang dikelola secara profesional dan menerapkan tradisi pesantren," katanya.


Profesor asal Bojonegoro tersebut menjelaskan, UIN Malang juga memiliki Pusat Pengembangan Bahasa Asing, Hai’ah Tahfidzul Qur’an (HTQ) dan Integrated Learning Model (ILeM).


Sementara itu, Ketua Pelaksana Workshop, Dr. Sulalah menyampaikan bahwa, workshop ini diikuti lebih dari 300 orang. Tidak hanya terdiri dari unsur musyrif-musyrifah, melainkan santri tahfidz binaan Ma'had Al Jami'ah dan pengurus takmir yang nantinya akan bersama-sama menghidupkan lingkungan ma'had dengan nuansa pesantren.


“Tema workshop tersebut cocok sebagai momentum untuk memberikan pemahaman kepada seluruh peserta,” ucapnya.


Menurutnya, bagaimana nilai-nilai moderasi beragama nanti bisa terjawantahkan sebagaimana diamanatkan kementerian agama tentang pedoman penyelenggaraan moderasi beragama," ujar doktor yang juga merupakan pengasuh Ma'had Al Jami'ah tersebut.


Ia berharap, dengan dibinanya garda terdepan Ma'had dapat membina mahasiswa baru agar memiliki karakter Islam wasathiyah.


Pendidikan Terbaru