• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Pustaka

Inilah Kitab yang Menyingkap Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Inilah Kitab yang Menyingkap Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Cover Kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nishfi min Sya’ban. (Foto: NOJ/ISt)
Cover Kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nishfi min Sya’ban. (Foto: NOJ/ISt)

Malam nisfu Sya’ban adalah malam yang memiliki banyak keutamaan, tentu saja sangat disayangkan untuk dilewatkan begitu saja dengan tanpa amal-amal kebaikan. Malam di mana ketika seorang hamba memohon dan berdoa dengan sungguh-sungguh, niscaya akan dikabulkan doanya. Malam yang jika seorang hamba bertaubat dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah akan menerima taubatnya.


Oleh karena itu, begitu berartinya malam tersebut, tak sedikit dari para ulama’ yang menyusun sebuah kitab khusus untuk menjelaskan malam nisfu Sya’ban. Seorang ulama’ bernama al-Imam al-Mubarokfuri dikutip dalam at-Tibyan fi Bayani Ma fi Lailatin Nishfi min Sya’ban wa Lailatil Qadri min Ramadlan mengungkapkan bahwa, terdapat banyak sekali hadits yang menjadi landasan keutamaan malam nisfu Sya’ban.


Salah satu kitab yang menjelaskan secara gamblang perihal keutamaan malam nisfu Sya’ban yaitu kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nisfi min Sya’ban karya al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syaikh Salim as-Sanhuri al-Maliki al-Mishri.


Syaikh Salim dilahirkan di daerah Sanhur Mesir pada tahun 945 H, dan wafat tahun 1015 H pada usia 70 tahun. Khidmahnya pada ilmu sangat luar biasa, selain seorang muhaddits beliau juga merupakan faqih dan mufti madzhab Maliki di zamannya. Salah satu karya terbaiknya yaitu kitab Taysir al-Malik al-Jalil li Jam’i asy-Syuruh wa Hawasyi Khalil, sebuah kitab yang meng-Hasyiyahi kitab Muktashor Syaikh Khalil dalam fiqh madzhab Maliki.


Isi Kitab

Isi kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloil Lailatin Nisfi min Sya’ban terdiri dari 6 bagian: Pertama, muqaddimah. Dalam bagian ini, Syaikh Salim menyampaikan bahwa kitab ini beliau tulis sebagai ringkasan dari kalam gurunya Syaikh Najmuddin al-Ghaithi dengan tujuan untuk memudahkan terhadap masyarakat.


Kedua, nama-nama malam nisfu Sya'ban. Malam nisfu Sya’ban tidak hanya memiliki satu nama saja, dalam kitab ini beliau menyebutkan sekitar 13 nama malam nisfu Sya’ban, yaitu al-Lailah al-Mubarokah, Lailatul Qismah wat Taqdir, Lailatut Takfir, Lailatul Ijabah, Lailatul Hayah, Lailatu ‘id al-Malaikah, Lailatus Syafa’ah, Lailatul Baro’ah, Lailatul Barokah, Lailatut Ta’dzim, Lailatul Qadr, Lailatul Ghufran, Lailatul ‘Itqi min an-Nar.


Ketiga, keutamaan malam nisfu Sya’ban. Ada tiga anugerah besar yang akan Allah berikan kepada hamba-Nya pada malam nisfu Sya’ban, yaitu pengampunan dosa, pengabulan doa, dan keselamatan dari siksa neraka. Keempat, menghidupkan malam nisfu Sya’ban. Bagian keempat ini berisi dorongan terhadap kaum muslimin untuk berusaha mengisi malam nisfu Sya'ban dengan amal-amal kebaikan.


Kelima, kesunahan menghidupkan malam nisfu Sya’ban dengan shalat Tasbih. Hal ini telah diajarkan oleh Rasulullah kepada paman beliau Sayyidina Abbas dan kepada kerabat-kerabat beliau yang lain. Tentu kita boleh mengisinya dengan amal kebaikan apapun, seperti shalat sunah mutlak, shalat hajat, membaca al-Qur'an, membaca shalawat, atau berdzikir. Akan tetapi Syaikh Salim hanya meringkas penjelasannya pada shalat tasbih saja karena terdapat hadits yang berisi dorongan yang kuat dari Rasulullah kepada Sayyidina Abbas.


Keenam, doa malam nisfu Sya’ban. Doa ini sangatlah populer di kalangan kaum muslimin. Sayyiduna Abdullah ibn Mas’ud berkata “Tidaklah berdoa seorang hamba dengan doa ini melainkan Allah akan melapangkan usahanya/penghidupannya”. Teks doanya sebagaimana berikut:

 

أللهم يا ذا المن ولا يمن عليه يا ذا الجلال والإكرام يا ذا الطول والإنعام لا إله إلا أنت ظهر اللاجئين ، وجار المستجيرين ومأمن الخائفين، إن كنت كتبتني عندك في أم الكتاب شقيا فامح عني اسم الشقاوة وأثبتني عندك سعيدا، وإن كنت كتبتني عندك في أم الكتاب محروما مقترا على رزقي فامح حرماني ويسر رزقي وأثبتني عندك سعيدا موفقا للخيرات، فإنك تقول في كتابك الذي أنزلت :يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ (سورة الرعد:39).
 

Dalam redaksi yang lain ada tambahan sebagai berikut (Syaikh Maaul ‘Ainain asy-Syinqithi dalam kitab Na'tul Bidayat):
 

إلهي بالتجلي الأعظم في ليلة النصف من شهر شعبان المكرم التي يفرق فيها كل أمر حكيم ويبرم. نسألك أن تكشف عنا من البلاء ما نعلم وما لا نعلم وما أنت به أعلم إنك أنت الأعز الأكرم . وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وعلى آله وصحبه وسلم.

 

Ketujuh, khatimah (penutup). Pada bagian penutup, Syaikh Salim mengakhiri kitabnya dengan pembahasan taubat. Ini merupakan sebuah isyarat bahwa beliau ingin memotivasi kita para pembaca untuk memperbanyak bertaubat kepada Allah SWT terlebih di malam nisfu Sya’ban mendatang. Wallahu A’lam.


Keunggulan Kitab

Keunggulan dari kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nishfi min Sya’ban yaitu pertama, mencantumkan dalil hadits dalam setiap sub-sub di dalamnya. Kedua, kitab Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nishfi min Sya’ban cetakan Dar Jawami’ al-Kalim ini sudah di tahqiq dan di ta’liq oleh seorang ulama’ bernama Syaikh Sholih bin Muhammad bin Sholih al-Ja’fari ash-Shodiqi al-Husaini al-Maliki, ulama kenamaan al-Azhar dan pendiri Tarekat Ja’fariyah.

 

Judul Kitab: Risalatul Kasyfi Wal Bayan ‘an Fadloili Lailatin Nishfi min Sya’ban
Penulis: al-Hafidz al-Muhaddits asy-Syaikh Salim as-Sanhuri al-Maliki al-Mishri
Muhaqqiq: Syaikh Sholih bin Muhammad bin Sholih al-Ja’fari ash-Shodiqi al-Husaini al-Maliki​​​​​​​
Penerbit: Dar Jawami’ al-Kalim, Kairo
Tahun Terbit: -
Tebal: 34 Halaman
ISBN: -
Peresensi: Alfan Jamil, Dosen Kajian Fiqh Ulama Nusantara di Ma'had Aly Nurul Jadid dan pengajar di Pondok Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan


Pustaka Terbaru