• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Pustaka

Mengarungi Akhlak Luhur Baginda Nabi Muhammad SAW

Mengarungi Akhlak Luhur Baginda Nabi Muhammad SAW
Sampul buku 'Saring sebelum Sharing'. (Foto: NOJ/ Ist)
Sampul buku 'Saring sebelum Sharing'. (Foto: NOJ/ Ist)

Nadirsyah Hosen atau yang kerap disapa Gus Nadir menjadi sosok yang digandrungi anak-anak muda NU. Berbeda dengan gawagis pada umumnya, Rais Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan New Zealand ini muncul menjadi sosok intelektual muda NU yang berkiprah dalam dunia akademik Internasional dengan menjadi dosen di Monash Universty, Australia.


Meski hari-harinya bersentuhan dengan para professor dunia, sebagai santri yang sudah tidak diragukan lagi nasionalismenya, Gus Nadir hadir memberi pencerahan kepada masyarakat khususnya generasi muda NU melalui buku-buku yang ia tulis. Salah satu bukunya berjudul ‘Saring Sebelum Sharing; Pilih Hadis Sahih, Teladani Kisah Nabi Muhammad SAW, dan Lawan Berita Hoax' ia suguhkan dengan harapan mengenalkan Nabi Muhammad SAW yang berakhlak mulia nan luhur.


Melalui buku ini, Gus Nadir memaparkan begitu agungnya akhlak Nabi Muhammad SAW dalam delapan bagian. Salah satu akhlak Nabi yang membuat siapapun merasa nyaman berbicara dan bergaul dengannya seperti sepenggal kisah yang direkam dalam kitab Sunan Ibnu Majah nomor 3303.


Dalam hadist itu dijelaskan, orang Arab Badui datang dari jauh mendatangi Nabi dengan gemetaran. Untuk menenangkannya, Nabi mengatakan “Aku bukan anak raja, aku anak perempuan yang makan daging dendeng (yang dikeringkan di bawah sinar matahari)”. (Hal. 73).


Melalui kisah di atas, dapat diambil kesimpulan bagaimana sikap rendah hati yang dimiliki Nabi sehingga memberikan sebuah kode agar dirinya tak perlu ditakuti seperti anak raja. Pesona akhlak seperti ditunjukkan di atas menjadikan semua orang nyaman dan senang berinteraksi dengan Nabi.


Putra dari Abdullah dan Siti Aminah ini sosok yang suka bermusyawarah. Seperti tercermin saat perang Uhud, dimana Nabi mengajak para sahabat bermusyawarah apakah dirinya tetap di Madinah atau keluar menyambut kedatangan musuh. Hasil musyawarah memutuskan semua berangkat menghadapi musuh. Nabi pun mengikuti hasil tersebut dan berangkat menuju arah musuh. (Hal. 126).


Melalui buku ini dapat diketahui pula pelurusan makna hadist yang intinya Nabi memerangi orang hingga semua masuk Islam. Gus Nadir dalam masalah ini mengomentari dengan beberapa argumentasi , salah satunya terkait makna memerangi bukan berarti membunuh. Ibnu Daqiq Al-Id dalam kitab Syarh Al-‘Umdah menjelaskan panjang lebar menolak paham yang membolehkan membunuh orang yang tidak shalat. (Hal. 235).


Buku ini memiliki keunikan jika dibaca anak-anak muda. Keunikan itu adalah disertakannya teks gombalan khas anak muda yang bermuatan Ilmu Hadits. Contohnya, kali pertama kau tanya apa dalilnya aku mencintaimu. Kali kedua kau tanyakan lagi apakah rayuan mautku itu sahih, hasan, atau dhaif. (Hal 270).
 

Identitas Buku:

Judul: Saring Sebelum Sharing
Penulis: Nadirsyah Hosen​​​​​​​
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2019
Tebal: 326 halaman
ISBN: 978-602-291-562-1
Peresensi: Boy Ardiansyah, Guru Madrasah dan Mahasiswa Pascasarjana Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet, Mojokerto.


Pustaka Terbaru