• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 28 Juni 2022

Pustaka

Membongkar Akar Polemik Hadits Daif dan Penerapannya

Membongkar Akar Polemik Hadits Daif dan Penerapannya
Buku 'Membela Hadits Daif dan Kitab Ihya Ulumiddin'. (Foto: Istimewa)
Buku 'Membela Hadits Daif dan Kitab Ihya Ulumiddin'. (Foto: Istimewa)

Kajian ilmu hadits di lingkungan kaum santri terbilang hal langka. Kajian hadits baik secara riwayat ataupun dirayat hanya ditekuni oleh segelintir santri atau lembaga khusus ilmu hadits. Bahkan, untuk menemukan lingkungan yang banyak mengulas perihal ilmu hadits cukup sulit, apalagi membukukan kajiannya.


Namun, siapa yang menyangka, ternyata disiplin ilmu ini bisa dikaji dan dibukukan hasilnya oleh santri-santri kader Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Annajah Center Sidogiri dengan tebal halaman 500 lebih. Buku tersebut berjudul ‘Membela Hadits Daif dan Kitab Ihya Ulumiddin’.


Buku ini secara khusus membahas polemik yang terjadi tentang hadits daif dan penerapannya. Hadits daif oleh sebagian kalangan dianggap tidak ada apa-apanya dan cenderung ditinggalkan, seperti halnya hadits maudhu’ (palsu).


Pemikiran ini dikampanyekan salah satunya oleh Syekh Muhammad Nâshiruddîn al-Albâni dalam berbagai disiplin ilmu yang menggunakan dasar hadits Nabawi. Menurutnya, selagi masih ada hadits sahih atau hasan, mengapa mesti menggunakan hadits daif. Hadits daif dianggap sebagai dalil yang zanni (tidak membuahkan keyakinan yang pasti), sehingga tidaklah perlu dipakai.


Pandangan yang demikian didasarkan pada ayat 36 dalam Surah Yunus yang berbunyi:

وَمَا يَتَّبِعُ أَكۡثَرُهُمۡ إِلَّا ظَنًّاۚ ‌إِنَّ ‌ٱلظَّنَّ ‌لَا ‌يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِمَا يَفۡعَلُونَ ﵞ 


Artinya: “Kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan (zann). Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna menyangkut (perolehan) kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.”


Namun, pemikiran yang menyimpang dari ketetapan para ulama hadits dulu ini bisa dibantah dengan baik dan sistematis oleh Tim Litbang Annajah Center Sidogiri. Bahkan, ada dua dimensi kajian hebat yang dihadirkan dalam buku ini, yaitu kajian kupas tuntas hadits daif dan penelitian terhadap hadits yang divonis palsu dalam kitab Ihya Ulumiddin.


Kajian pertama lebih kepada pengenalan dan pedoman dasar tentang hadits daif bagi para pembaca. Sedangkan kajian kedua lebih kepada pengaplikasian dalam kitab Ihya Ulumuddin. Bahkan, buku ini juga menyajikan beberapa temuan-temuan baru, yakni beberapa hadits yang dianggap tidak bersumber dalam kitab Ihya Ulumuddin oleh Imam as-Subuki, al-‘Iraqi, Ibnul-Jauzi dan beberapa ulama lain, kini sudah ditemukan sumbernya.


Dalam buku ini terdapat enam bab. Pada bab pertama, pembaca akan diberikan pengenalan dasar tentang hadits daif dan tingkatannya. Bab kedua, pembaca akan disuguhi referensi syarat dan ketentuan hadits daif bisa diamalkan, serta khilafiyahnya. Bab ketiga, penulis menyebutkan jenis pengamalan hadits daif yang sudah diterapkan oleh ulama.


Sementara di bab keempat, pembaca akan bertemu dengan komentar tegas 45 ulama hadits tentang hadits daif dari zaman tabiin hingga zaman Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi (w. 2013 H). Di bab kelima, akan disuguhi informasi tentang Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, dan hadits-hadits yang terkandung dalam kitab tersebut, serta beberapa sanggahan atas vonis hadits palsu di dalamnya. Dan, bab keenam, adalah beberapa faedah tentang hadits daif yang tidak kalah penting.


Buku ini terbilang baru, pasalnya baru diterbitkan pada Muharram 1443 Hijriyah. Sejumlah tokoh memberikan apresiasi buku ini yang diwujudkan dalam bentuk kata pengantar. Di antaranya, KH Ahmad Fuad Noerhasan, pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri sekaligus mustasyar PBNU; KH Makruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jatim sekaligus Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim; dan Ustadz Mohammad Achyat Ahmad, Direktur Annajah Center Sidogiri. Selamat membaca!
 

Identitas Buku:
Judul: Membela Hadits Daif dan Kitab Ihya Ulumiddin
Penulis: Tim Litbang Annajah Center Sidogiri 1441-1442 H
Penerbit: Penerbit Sidogiri
Tahun Terbit: 1443 H
ISBN: 978-602-5801-08-2
Peresensi: Fawaidul Hilmi Abdul Halim, Peneliti Annajah Center Sidogiri dan Pengajar di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo, Puger, Jember.


Pustaka Terbaru