• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Pustaka

Bunga Rampai Kisah Nabi Muhammad

Bunga Rampai Kisah Nabi Muhammad
Sampul buku 'Kisah-Kisah Sunnah'. (Foto: NOJ/ Musyfiqur Rozi)
Sampul buku 'Kisah-Kisah Sunnah'. (Foto: NOJ/ Musyfiqur Rozi)

Seringkali, buku terjemahan itu tidak cukup mewakili maksud dari buku yang diterjemah. Namun, khusus buku berjudul Kisah-Kisah Sunnah yang diterjemah oleh Abul Rosyad Shidiq ini patut dikecualikan. Sebab, selain dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan lugas, jarang sekali dalam buku ini menggunakan berbanyak istilah yang rumit dan membingungkan.


Dalam Islam, sosok Nabi Muhammad selalu menjadi pusat sorot dalam segala hal. Baik dakwah, etika sehari-hari, sopan santun, bergaul dan bahkan dalam hal yang paling kecil pun. Sebab, seorang tokoh akan selalu menjadi primadona dalam ajarannya. Dr Ahmad Umar Hasyim adalah sebagai tangan panjang dari kisah kisah Nabi yang sudah sering kali kita jumpai di berbagai kitab klasik. Oleh karenanya, tak heran jika sepanjang perjalanan membaca buku ini pembaca berjumpa dengan literatur yang merujuk pada kitab mu’tabarah.


Dalam kitab mushthalah al-hadits, ada banyak definisi mengenai hadits, sunah, khabar dan matan. Semua itu merujuk pada Nabi sebagai poros, penggerak ajaran agama Islam. Segala sesuatu yang ditetapkan –baik perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad dijadikan landasan dalam syariat Islam.


Sebagaimana yang sudah pengarang tuturkan dalam kata pengantar, bahwa kisah sunah berbeda dengan kisah lain apapun. Sebab, sunah memberikan keyakinan, kepercayaan, pengaruh dan petunjuk. Kisah adalah salah satu jenis petunjuk nabawi untuk membimbing umat manusia. (hal.8).


Kisah kisah dalam buku ini tidak mencakup sepanjang hidup Nabi. Artinya, tidak sedari kecil sampai akhir hayatnya. Namun, kisah ini dimulai dari awal pertama Nabi menerima wahyu.  Hal ini selaras dengan judul buku bahwa Nabi menerima syariat ajaran agama setelah memasuki usia 40 tahun. Maka, sejak itu sampai akhir hayat kumpulan kisah ini dibukukan.


Pun demikian, ada beberapa kisah yang dikutip dari ayat Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya berisi tentang hukum atau pun perihal surga-neraka. Akan tetapi juga berisi kisah yang terjadi pada umat terdahulu sebagai pelajaran kepada umat generasi berikutnya. Misal, kisah yang terjadi antara Nabi Musa as dan Nabi Khidir. Nabi Musa yang secara pangkat sudah tinggi (Rasul) merasa dirinya paling pintar. Dan, oleh Allah SWT ditegur dengan dipertemukan dengan sosok hamba Allah yang saleh, yakni Nabi Khidir.


Hikmah-hikmah yang bisa diambil dari kisah ini –sebagaimana menjadi khas dari buku ini; Penulis menuturkan bahwa di antara peristiwa kehidupan yang dialami manusia ada sebagian yang tidak diketahui dan jadi rahasia ilahi yang tidak sanggup dijangkau pemahaman manusia. (hal.83). Ditambah lagi, bahwa pangkat Rasul lebih tinggi dari Nabi. Namun, Allah tidak melihat seseorang dari pangkatnya, sekalipun ia seorang Rasul. Akan tetapi dilihat sejauh mana kualitas keimanan seseorang.


Kisah kisah ini mayoritas berisi mukjizat yang terjadi kepada Nabi Muhammad SAW, mulai dari kejadian isra’ mikraj, terpancarnya air dari jari-jemari Nabi, terbelahnya bulan, dan lain sebagainya. Secara keseluruhan, hal itu memberi pengertian yang pasti bahwa pada diri Rasulullah banyak hal di luar kebiasaan. (hal. 318).


Buku ini  tidak hanya merujuk pada kisah Nabi sebagai tokoh utama. Akan tetapi juga yang terjadi di kalangan Sahabat namun itu disetujui oleh Nabi. Misal, kisah awal mula disyariatkannya adzan. Untuk mengetahui masuknya waktu shalat, ada banyak Sahabat yang bingung untuk mengumumkan masuknya waktu shalat. Ada yang mengusulkan dengan bunyi loteng seperti di gereja. Namun, teks adzan itu datang kepada beberapa sahabat Nabi melalui mimpi dan disetujui oleh nabi, esoknya.


Pembaca tidak perlu khawatir akan kualitas dari bunga rampai ini, penulis sudah menyeleksi mana hadits yang shahih dan yang tidak. Sederhananya, penulis sangat hati-hati dan ketat dalam menulis cerita ini. Sebab, jika hadits tersebut teridentifikasi lemah, maka penulis tidak akan memasukkannya dalam buku ini.


Di akhir kisah, dilengkapi juga beberapa pelajaran yang bisa diambil untuk kehidupan individu, masyarakat, serta manfaat di dunia dan akhirat. Ini adalah hasil dari jerih payah penulis dengan melihat dari berbagai sudut pandang yang bervariasi. Intinya, dari sekian banyak kisah yang terkumpul dalam buku ini adalah sebagai pelestarian, juga sebagai motivasi kepada para pembaca untuk berusaha mengikuti jejak langkah Nabi, menguatkan kualitas keimanan, juga selalu berusaha mendekatkan diri pada-Nya.


Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka, ia hadir sebagai Nabi juga sebagai contoh budi luhur yang sebenarnya. Ini bukan perihal sifat maksum yang dimiliki Nabi Muhammad, namun sebagai media pembelajaran kepada umat untuk selalu menyelaraskan perbuatan dengan perkataan.
 

Identitas Buku:           

Judul: Kisah-Kisah Sunnah
Penulis: Dr. Ahmad Umar Hasyim
Penerjemah: Abul Rosyad Shidiq​​​​​​​
Penerbit: Qaf
Tebal: 482 halaman
Tahun Terbit: Oktober, 2021
ISBN: 978-632-6219-08-9
​​​​​​​Peresensi: Musyfiqur Rozi, Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep.


Pustaka Terbaru