Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Perempuan Ini Cegah Covid-19 di Pesantren dengan Bimbingan Multibudaya

Perempuan Ini Cegah Covid-19 di Pesantren dengan Bimbingan Multibudaya
Kegiatan upaya pencegahan Covid-19 di Pondok Pondok Pesantren KH Aminuddin Rangkang Kraksaan Probolinggo. (Foto: NOJ/ Diah)
Kegiatan upaya pencegahan Covid-19 di Pondok Pondok Pesantren KH Aminuddin Rangkang Kraksaan Probolinggo. (Foto: NOJ/ Diah)

Surabaya, NU Online Jatim

Sudah hampir satu tahun wabah Covid-19 terjadi di Indonesia, bahkan menjalar ke pondok pesantren. Padahal semua pihak mulai dari tenaga medis, aparat desa, pemerintah, hingga warga sipil sudah berperan membantu pencegahan. Tetapi pandemi ini masih belum berakhir sampai di penghujung akhir November 2020.

 

Begitupun upaya yang dilakukan dari para peneliti. Kali ini Najlatun Naqiyah, Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama dengan para santri di Pondok Pesantren KH Aminuddin Rangkang Kraksaan Probolinggo. Mereka melakukan ikhtiar pencegahan Covid-19 dengan menjadikan pesantren tangguh.

 

Salah satunya dengan menerapkan bimbingan multibudaya untuk santri. Bimbingan multibudaya berisi tentang nilai-nilai keislaman yang berkaitan dengan kebersihan diri, menjaga kesehatan dan ketangguhan dalam beradaptasi dengan tatanan baru di era new normal.

 

“Bimbingan multibudaya melatih santri untuk berdamai, dengan menerima kenyataan, dengan sikap ikhlas dan tulus serta tolong  menolong terhadap sesama untuk saling mentaati protokol kesehatan, menggunakan masker, sering mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dengan menjaga imunitas,” kata perempuan dengan sapaan Ning Najlah. 

 

Pelaksanaan bimbingan berbasis multibudaya dilaksanakan selama 5 bulan, mulai Bulan Juni hingga Oktober 2020. Pelaksanaannya menggunakan bimbingan klasikal dengan latihan langsung berdasarkan topik tugas yang ditentukan yaitu berhubungan dengan Covid-19.

 

Subjek terdiri dari 20 orang yang menetap di Pondok Pesantren KH Aminuddin. Setiap minggu santri membuat tugas yang berisi tentang Covid-19. Santri bersama dengan pembimbing menyiapkan materi dan menulis dalam buku serta menyampaikan presentasi individual didepan konselor dan teman sebaya. Hasil dari bimbingan dengan topik tugas dijadikan video dan live streaming  istagram pondok pesantren dalam acara khitobah santri setiap minggu.

 

“Saya menyiapkan pendampingan bagi santri. setelah itu, santri  latihan tampil mempresentasikan hasil kajian tentang Covid-19. Pembimbing sebagai fasilitator bagi santri tumbuh dan berkembang secara mandiri. Berlatih percaya diri dan menemukan pemahaman sendiri tentang pencegahan Covid-19. Pembimbingan memperbaiki kinerja santri yang rendah dan mendorong anak-anak untuk memperbaiki diri agar lebih baik dalam menyelesaikan tugas-tugas,” ujarnya.

 

Manfaat bagi santri dengan bimbingan multibudaya adalah menambah kesadaran diri agar mencegah Covid-19 dengan banyak berdoa kepada Allah SWT dan mematuhi protokol kesehatan. Santri merubah perilaku dengan sering cuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan hand sanitizer.

 

 

“Selain itu santri mampu menyusun buku saku tentang pencegahan Covid-19 dengan nilai-nilai Islam. Santri memiliki pengalaman sukses dengan berlatih langsung menyampaikan dakwah dengan topik Covid-19. Bagi pondok, tersedia pengurus satgas Covid-19 yang menjaga kebersihan, menyiapkan handsanitizer di lingkungan kamar dan mushala serta ruang belajar. Santri memiliki kerjasama dan tolong menolong di masa pandemi Covid dengan saling mengingatkan untuk menggunakan masker,” pungkasnya.

 

Penulis: Diah/Najlah

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah