Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

PMII di Malang Telaah Kritis Manhaj Siyasah Aswaja

PMII di Malang Telaah Kritis Manhaj Siyasah Aswaja
Tangkapan layar Sinema PMII Liga pada Selasa (30/03/2021) malam. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)
Tangkapan layar Sinema PMII Liga pada Selasa (30/03/2021) malam. (Foto: NOJ/Moch Miftachur Rizki)

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Kalijaga (Liga) Malang menggelar Sinau, Ngobrol, dan Edukasi Masalah Aswaja (Sinema). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada Selasa (30/03/2021) malam. Sinema Liga kali ini bertemakan 'Telaah Kritis Manhaj Siyasah (Pandangan Politik) Islam Ahlussunah wal Jama'ah.'

 

Dalam kegiatan turut hadir dua pemateri sekaligus. Pertama, Suprapto Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Majapahit (Unim) Mojokerto yang membahas tentang pemahaman politik berdasarkan hukum, dan prespektif politik global. Kedua, Gus Ahmad Farih Sulaiman Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang yang membahas tentang penerapan ajaran Ahlussunah wal Jama'ah dalam berpolitik untuk mencapai mabadi' khairu ummah.

 

"Kegiatan ini kami adakan agar PMII semakin melek terkait realitas politik sekarang dan supaya kita lebih objektif dalam memandang sebuah realita politik. Selain itu agar kita tidak terjebak pada asumsi-asumsi semu dan cenderung tidak baik terkait politik. Karena saat ini hampir mayoritas masyarakat memandang politik itu kotor dengan adanya politik pragmatis, politik praktis, dan juga politik identitas,"  kata Muhammad Koirudin Bakri, Wakil Ketua III PMII Liga.

 

Bakri sapaan akrabnya berharap supaya kader PMII aktif berproses di dalam kampus dan juga memberikan aksi nyata.

 

"Harapannya PMII dapat berperan aktif terjun di dalam kampus. Sehingga nantinya kita memiliki bekal politik secara umum, politik kebangsaan, dan juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan politik kampus. Kami juga berharap semua yang mengikuti acara ini dapat mendapatkan pengetahuan baru terkait politik dan juga lebih memberikan stimulus akan pendidikan politik yang benar," harapnya.

 

Selain itu, Suprapto juga berpesan agar kader PMII terus belajar dalam segala hal.

 

"Jadi sebagai kader PMII kita harus mengutamakan belajar, belajar, belajar, dan berfikir. Itu tentu seiring sejalan dengan trilogi PMII yang biasanya kita pakai di dalam beberapa forum. Selanjutnya kalau kita meyakini bahwa Pancasila itu baik di dalam praktik bernegara, maka kita sebagai pribadi maupun organisasi perlu mengupayakan dan mensosialisasikannya ke berbagai elemen masyarakat," ungkapnya.

 

Di kesempatan yang sama, Gus Farih menjelaskan bahwa semua hal di muka bumi ini hakikatnya baik, hanya yang membedakan adalah niat dan tujuannya.

 

"Semua hal di dunia itu pada hakikatnya adalah baik. Begitu pula semua hal yang ada di dunia ini hakikat hukumnya itu adalah mubah atau boleh. Tinggal kemudian bagaimana apa yang kita niatkan dan menjadi tujuan kita. Karena sejatinya yang kemudian merubah hal-hal tersebut yang awalnya baik menjadi kurang baik adalah kita," jelasnya.

 

Oleh karena itu, ungkapan di atas dikorelasikan dengan politik. Jika maksud dan tujuan yang idbawa ketika berpolitik baik maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

 

"Dalam berpolitik pun juga sama. Selama tujuan dari sahabat-sahabat baik, maka Insyaallah hasilnya juga baik. Dan sebaliknya. Saya berharap besar akan kader-kader ini bisa menata niat, menata hati, dan menguatkan ideologi kita untuk menjadi hal yang mutlak. Belajarlah sejak dini karena menata semuanya itu tidak bisa dalam waktu yang singkat," pungkas Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Malang.

 

Editor: Risma Savhira

F1 Promosi Iklan