• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 4 Maret 2024

Rehat

4 Ulama Khos NU yang Wafat di Bulan Desember

4 Ulama Khos NU yang Wafat di Bulan Desember
Meme 4 ulama khos NU yang wafat di bulan Desember. (Foto: NOJ)
Meme 4 ulama khos NU yang wafat di bulan Desember. (Foto: NOJ)

Surabaya, NU Online Jatim

Desember merupakan bulan terakhir dalam hitungan kalender masehi. Di bulan ini ada banyak tokoh yang wafat, termasuk para ulama Nahdlatul Ulama yang turut menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

 

Berdasarkan data NU Online Super App, ada empat ulama khos NU yang wafat di bulan Desember. Mereka adalah KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Ali Maksum, KH Ilyas Ruhiat, dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

 

Berikut ini biografi empat ulama khos dari jamiyah Nahdlatul Ulama yang wafat di bulan Desember:

 

1. KH Abdul Wahab Chasbullah
KH Abdul Wahab Chasbullah adalah putra dari Kiai Said dan Nyai Fatimah. Ia lahir di Tambakberas, Jombang pada 31 Maret 1888 M dan wafat pada 29 Desember 1971 M, berselang empat hari pasca Muktamar NU di Surabaya.

 

Mbah Wahab, demikian ia familiar, merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Di kepengurusan PBNU (dulu HBNO atau Hoofd Bestuuer Nahdlatoel Oelama), ia menjabat sebagai Katib Awal Syuriyah PBNU, di masa kepemimpunan Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari sebagai Rais Aam atau Rais Akbar PBNU.

 

Sosok pencipta lagu Yalal Wathon dan Pahlawan Nasional ini dimakamkan di Kompleks Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

 

2. KH Ali Maksum
KH Ali Maksum lahir di Lasem, Rembang, Jawa Tengah, 2 Maret 1915 M. Ia wafat pada 07 Desember 1989 M, berselang beberapa minggu pasca menjadi tuan rumah Muktamar ke-27 NU di Krapyak, Yogyakarta.

 

Kiai Ali Maksum wafat meninggalkan seorang istri, Nyai Hasyimah Ali. Juga meninggalkan enam orang anak, yaitu KH Atabik Ali, KH Jirjis Ali, Hj Siti Hanifah, Hj Durrah Nafisah, H Rifai Ali (Gus Kelik), dan Hj Ida Rufaida.

 

Ia adalah putra dari KH Maksum, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Lasem, yang menikah dengan Nyai Hj Siti Nuriyah.

 

Di kepengurusan Nahdlatul Ulama, Kiai Ali Maksum pernah menjabat sebagai Rais Aam periode 1982-1984. Ia terpilih dalam Munas Alim Ulama tahun 1982 di Yogyakarta, menggantikan KH Bisri Syansuri yang wafat pada 25 April 1980 M/ 19 Jumadil Akhir 1400 H.

 

3. KH Moh Ilyas Ruhiat
KH Moh Ilyas Ruhiat merupakan pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, Jawa Barat. Ia lahir pada Ahad, 12 Rabiul Awwal 1352 H/ 31 Januari 1934 M. Putra dari KH Ruhiat dan Nyai Aisyah ini wafat pada 18 Desember 2007.

 

Khidmah Kiai Ilyas Ruhiat di jamiyah Nahdlatul Ulama berawal dari organisasi pelajar NU atau Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Karirnya terus meningkat hingga terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 1992-1994 M pada Munas di Lampung. Ia kembali diamanahi Rais Aam PBNU periode 1994-1999 M dalam Muktamar NU di Cipasung.

 

4. KH Abdurrahman Wahid
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakana Ketua Umum PBNU tiga periode, yakni pada 1984-1999. Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden RI pada 1999-2002. Ia adalah cucu muassis NU Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari.

 

Gus Dur lahir di Denanyar, Jombang, 24 September 1940, dengan nama Abdurrahman ad-Dakhil. Ia adalah putra pertama KH A Wahid Hasyim dan Nyai Hj Siti Sholehah. Gus Dur menghembuskan nafas terakhir Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu (30/12/2009), pukul 18.45 WIB. Ia dimakamkan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.


Rehat Terbaru