• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Rehat

Perhatian Gus Mus kepada KH Afifuddin Muhajir

Perhatian Gus Mus kepada KH Afifuddin Muhajir
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: NOJ/SN)
KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. (Foto: NOJ/SN)

Surabaya, NU Online Jatim
Cerita ini disampaikan HM Misbahus Salam yang ingin menggambarkan betapa besar perhatian KH Mustofa Bisri atau Gus Mus kepada sahabat dan siapa saja yang dikenal. Utamanya kepada kiai dan ulama yang menjadi panutan, serta khidmahnya demikian dirasakan umat. 

 

Cerita disampaikan H Misbah, sapaan akrabnya sebagai testimoni atas kebaikan budi Gus Mus yang pada 10 Agustus 2020 memperingati hari lahir yang ke-76 tahun. 

 

“Selaku santri, saya mengagumi pikiran, sikap dan haliah KH Mustofa Bisri. Kami ikut mendoakan semoga beliau panjang umur, sehat wal afiyah dan kami selalu berharap bimbingan dan tetesan ilmu dari beliau,” kata Pengasuh Yayasan Raudlah Darus Salam, Sukorejo, Bangsalsari, Jember tersebut.  

 

Disampaikan H Misbah, bahwa ada peristiwa yang patut dikenang dari sosok Gus Mus yakni waktu dirinya hadir di acara uaul Gus Dur di Ciganjur. 

 

“Pada saat ramah tamah di ruang makan, kami kebetulan ada di ruangan itu,” kenangnya. Tampak berkumpul antara lain KH Mustofa Bisri, Mahfud MD, H Alwi Syihab, juga Menteri Agama H Lukman Saifuddin. 

 

Saat di ruang makan, ternyata bertemu dengan Mahfud MD dan bertanya apakah KH Afifuddin Muhajir ikut hadir.


“Saya jawab tidak,” kata H Misbah kepada Mahfud. 

 

Memang, saat itu Kiai Afifuddin kurang sehat lantaran baru saja menjalani Magnetic resonance imaging (MRI)  di Rumah Sakit Siloam Jember dan hasilnya positif saraf kejepit di leher. Bahkan oleh dokter diharuskan menjalani operasi. 

 

Mendengar kabar keadaan Kiai Afifuddin, spontan KH Mustofa Bisri mengatakan agar jangan dioperasi. Bahkan spontan menyanggupi untuk mengirim alat infra merah karena terapi menggunakan alat tersebut dapat menghilangkan keluhan sakit yang diderita. 

 

“Saya sudah pernah sakit seperti itu,” tutur Gus Mus. 

 

Sejumlah tokoh yang berkumpul saat itu sangat perhatian kepada KH Afifuddin dan tentu saja berharap bisa sehat kembali dan beraktivitas karena sangat dibutuhkan NU dan negara. 

 

Selesai makan dan beramah tamah, rombongan H Misbah keluar ruangan dan berkumpul dengan Ulil Abshar Abdallah, Abdul Moqsith Ghazali, Gus Dhohir Farisi, dan para tokoh lintas agama.

 

Lalu datang Gus Rizal menantu KH Mustofa Bisri sekaligus minta alamat rumah H Misbah sekaligus menyampaikan bahwa Gus Mus akan membelikan dan mengirim alat infra merah kepada KH Afifuddin Muhajir. 

 

"Kabar tersebut saya disampaikan kepada KH Afifuddin, dan beliau menjawab terima kasih," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jember ini. 

 

Sekitar sepekan, alat yang dijanjikan sudah sampai di rumah H Misbah dan selanjutnya diantar ke kediaman KH Afifuddin di Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo. 

 

Menerima kiriman itu, Kiai Afif mengatakan; “Apakah saya bisa jika mendengar seorang yang sakit dan bisa spontan berinisiatif membeli alat yang cukup mahal dan langsung dikirim seperti ini?” ungkap H Misbah menirukan perkataan Kiai Afifuddin.

 

Dan benar juga, setelah alat infra merah itu digunakan KH Afifuddin Muhajir, dan kemudian diantar periksa ke dokter saraf di RS Jember Klinik, sudah tidak disarankan operasi. Dan Kiai Afif sudah tidak lagi perlu datang untuk periksa saraf kejepit. 

 

“Semoga kedua beliau yakni KH Mustofa Bisri dan KH Afifuddin Muhajir diberi umur panjang dan sehat wal afiyah,” harap H Misbah.

 


Editor:

Rehat Terbaru