• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Apel HSN 2021 di Lumajang Digelar di Pantai, Ini Alasannya

Apel HSN 2021 di Lumajang Digelar di Pantai, Ini Alasannya
Suasana Apel HSN yang diadakan PCNU Lumajang, Jumat (22/10). (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim).
Suasana Apel HSN yang diadakan PCNU Lumajang, Jumat (22/10). (Foto: NOJ/ Imam Malik Hakim).

Lumajang, NU Online Jatim                                  

Apel Kader Hari Santri Nasional (HSN) 2021 yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang dilaksanakan di tepi Pantai Wotgalih, Jumat (22/10). Pelaksanaan apel HSN di pantai ini guna mengingat teladan pendahulu yang tergabung di laskar Hizbullah Lumajang.

 

“Apel kader santri Nahdlatul Ulama ini kami laksanakan di Pantai Wotgalih Kecamatan Yosowilangun karena pantai ini masih terdapat hubungan leluhur dengan para pendahulu yang berada di (lascar) Hizbullah. Dan itu merupakan tonggak awal terbentuknya santri dan organisasi Nahdlatul Ulama, sehingga kami memutuskan untuk menggelar Apel Kader Hari Santri ini di tepi pantai dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Abdul Majid Ridwan, Ketua Panitia Apel Kader Hari Santri 2021.

 

Ia berharap kepada para santri agar mengingat sejarah tentang perjalanan santri dan menjadi garda terdepan dalam era milineal zaman sekarang.

 

“Santri masa kini harus bisa mengingat semua perjuangan dan perjalanan santri masa lalu, sehingga mereka bisa menikmati kemerdekaan dan kebebasan yang baik hingga saat ini dan menjadi garda terdepan dalam berinovasi pada zaman milenial saat ini,” ungkapnya kepada NU Online Jatim.

 

Dalam moment Hari Santri Nasional tahun ini pegurus NU di Lumajang juga ingin mengenalkan bahwa di daerah ini terdapat makam waliyullah yakni Mbah Drajid Lumajang. Almarhum merupakan pendakwah dan penyebar agama Islam di tanah Jawa khususnya di Kabupaten Lumajang.

 

Sementara itu, Gus Abdul Mughist Naufal, Sekretaris Tandfidziyah PCNU Lumajang yang berkesempatan menjadi Inspektur apel kali ini menyampaikan, dalam memaknai hari santri harus meluruskan sejarah yang sempat terlupakan yakni resolusi Jihad 22 Oktober 1945.

 

Selain itu, memupuk rasa kesadaran publik bahwa santri dan pesantren adalah elemen penting bagi potensi besar dalam pembangunan bangsa.

 

 

“Agar para santri masa kini tetap memupuk jiwa kesadaran mereka bahwa santri dan pesantren adalah elemen penting bagi kemandirian dan pembangunan bangsa Indonesia masa yang akan datang,” ujar Gus saat menyampaikan amanat dalam apel tersebut.

 

Penulis: Imam Malik Hakim


Editor:

Tapal Kuda Terbaru