• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Tapal Kuda

Di Inaifas Jember, Gus Menteri Soroti Pengembangan Potensi Desa

Di Inaifas Jember, Gus Menteri Soroti Pengembangan Potensi Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, H Abdul Halim Iskandar di kampus Inaifas. (Foto: NOJ/ISt)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, H Abdul Halim Iskandar di kampus Inaifas. (Foto: NOJ/ISt)

Jember, NU Online Jatim

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, H Abdul Halim Iskandar memberikan pengarahan kepada mahasiswa Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah (Inaifas), Sabtu (26/06/2021).

 

Gus Halim, sapaan akrabnya, memberikan motivasi kepada para peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Untuk di Inaifas, dikemas melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset (PKM-BR).

 

Gus Menteri yang juga kelahiran Jombang itu menyoroti peranan kaum muda dalam memajukan potensi desa.

 

“Kita cek fakta sejarah, Kiai Hasyim Asy’ari usianya belum genap 30 tahun saat merintis sebuah pesantren. Hebatnya, desa yang sebelumnya minim sentuhan agama, di tangannya bisa berkembang dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam hingga hari ini,” katanya.

 

Hal ini menandakan, tidak perlu menunggu usia tua untuk memberikan dampak pengembangan potensi desa. Kiai Hasyim, menurutnya, mengubah masalah menjadi potensi.

 

Dalam pandangannya, kawasan Tebuireng saat itu menjadi sentra kemaksiatan dan ketimpangan ekonomi. Namun di tangan Kiai Hasyim masalah tersebut diubah menjadi anugerah.

 

Kondisi serupa diingatkan kepada peserta pengabdian masyarakat Inaifas. Menurutnya, jika nantinya terjun menjadi peserta KKN, maka setiap mahasiswa harus melihat masalah sekaligus potensi desa tersebut.

 

“Tujuannya, agar desa memiliki daya guna dan kemandirian. Memetakan masalah yang ada, menawarkan solusi, sekaligus mengangkat potensi yang ada,” terangnya.

 

Program PKM-BR dengan tema ‘Akselerasi dan Kolaborasi menuju Masyarakat Desa yang Berdaya dan Mandiri’ ini merupakan salah satu strategi Inaifas dalam mengangkat potensi desa. Sebab, mayoritas para mahasiswa berasal dari pedesaan di wilayah Jember. Di harapkan, dari situ, mahasiswa bisa berkontribusi dalam memajukan wilayah tempatnya berada.

 

Rijal Mumazziq Z, Rektor Inaifas berharap apabila kedatangan Gus Halim, selain memberikan arahan dan motivasii kepada para peserta, juga bisa mendukung program dai mahasiswa Inaifas yang sudah dirintis sejak Januari silam.

 

Dalam program ini, mahasiswa kampus setempat dikirim sebagai dai ke kawasan luar Jawa, khususnya di pedalaman selama satu tahun.

 

“Kita berharap apabila program ini bisa didukung oleh Gus Halim,” tutur Rijal.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru