• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Tapal Kuda

Gus Amak: Jangan Keluar dari Akidah Aswaja agar Hidup Tenang

Gus Amak: Jangan Keluar dari Akidah Aswaja agar Hidup Tenang
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus HM Nailurrochman atau Gus Amak. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus HM Nailurrochman atau Gus Amak. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan, Gus HM Nailurrochman atau Gus Amak mengatakan, setiap orang yang ingin hidup damai dan tenang kuncinya adalah jangan keluar dari akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

 

"Jika ingin merasakan ukhuwah Islamiyah, Islam yang damai dan hidup tenang, kuncinya ya Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya saat acara Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan XIII yang dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Jumat-Ahad (23-25/02/2024).

 

Sosok yang juga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim itu menegaskan, bahwa di dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah tidak diajarkan bagaimana mengkafirkan sesama Muslim.

 

"Ukhuwah Islamiyah dapat terwujud salah satunya jika kita tidak mengkafir-kafirkan sesama Muslim," terang Gus Amak.

 

Maka dari itu, kunci Islam yang damai dan Islam moderat adalah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Gus Amak memastikan, bahwa di laur itu pasti Islam yang menyukai kekerasan. Contohnya dzikir dibaca dengan nyaring malah dianggap paduan suara oleh kelompok mereka.

 

"Kita bisa damai, tenteram, dan damai itu tidak luput dari ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah," papar Gus Amak.

 

Ia menyebutkan, rasa damai di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari peran ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Sebab, dengan itu bangsa Indonesia mempunyai semboyan bhinneka tunggal ika.

 

"Jika bukan karena Islam Ahlussunah wal Jamaah kita akan terpecah-belah, karena Indonesia terkenal akan keberagaman budaya yang dimiliki," ungkapnya.

 

Hal demikian terjadi, lanjut Gus Amak, bukan karena NU sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki banyak jamaah, tetapi karena NU adalah organisasi kemasyarakatan yang secara tegas menganut Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

 

"Sekarang ini NU sedang berusaha menyebarkan ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah di berbagai negara dunia, agar dunia bisa merasakan Islam yang damai," tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru