• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Tapal Kuda

Gus Amak: Menghormati Guru Adalah Syarat Datangnya Ilmu

Gus Amak: Menghormati Guru Adalah Syarat Datangnya Ilmu
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus H Nailur Rochman. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)
Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus H Nailur Rochman. (Foto: NOJ/ Mokh Faisol)

Pasuruan, NU Online Jatim

Di momentum Hari Guru Nasional, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan Gus H Nailurohman mengatakan bahwa menghormati guru merupakan syarat untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat. Pernyataannya itu menyitir penjelasan dalam dua kitab akhlak rujukan Nahdliyin, yakni kitab Ta'limul Muta’allim dan Adabul Alim wal Muta’allim.

 

"Mana mungkin ilmu akan datang kepada kita ketika kita tidak bisa menghormati perantaranya. Makanya, menghormati perantara yang membawa ilmu ini menjadi syarat datangnya ilmu," ujarnya kepada NU Online Jatim, Sabtu (25/11/2023).

 

Gus Amak menyampaikan, untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat berbeda dengan cara mendapatkan ijazah. Jika hanya ingin memperoleh ijazah maka cukup berupaya untuk selalu naik kelas hingga lulus. Akan tetapi untuk memperoleh ilmu yang barokah ialah harus menghormati guru atau sang pembawa ilmu.

 

"Ketika Anda sudah keluar dari lembaga pendidikan di luar sana yang dibutuhkan adalah ilmu Anda, tak cukup hanya ijazah Anda," ujar Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jawa Timur tersebut.

 

Dirinya pun menyebutkan bahwa ilmu adalah mutiara. dalam mencari mutiara hendaknya setiap manusia tidak hanya memperoleh cangkangnya saja. Ia harus sabar dan kuat menjalani proses dalam pencarian itu agar Mutiara yang dicari dapat diraih.

 

"Bersabarlah kamu wahai para pencari ilmu atas rasa pahit yang kamu rasakan dari guru. Ini menunjukkan bahwa dalam mencari ilmu kita harus sabar dan kita harus siap menerima pengalaman,” ungkapnya menirukan pernyatan Imam Syafi'i.

 

Lebih lanjut, Gus Amak mengatakan bahwa ilmu layaknya air. Ia akan mengalir dari dataran yang lebih tinggi hingga tempat yang lebih rendah. "Air tidak akan mengaliri dataran yang lebih tinggi. Begitu pula ilmu, tidak akan datang kepada mereka yang merasa tinggi ilmunya. Makanya kalau kita ingin mendapatkan ilmu merendahlah," ucapnya.

 

Sebab itu, ia berpesan agar setiap manusia dapat menjadi dataran rendah agar setiap ilmu dapat mengalir. Hendaknya setiap manusia juga memuliakan ilmu karena dengan cara itulah ilmu akan diperoleh.

 

"Penting sekali bagi kita untuk mempelajari cara memperlakukan ilmu, dan yang terpenting dalam cara memperlakukan ilmu adalah bagaimana kita bisa menghormati ilmu itu sendiri,” tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru