• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Tapal Kuda

Gus Yahya Ingatkan Santri Punya Sanad Ruhani Peradaban Islam

Gus Yahya Ingatkan Santri Punya Sanad Ruhani Peradaban Islam
Ketua Umum PBNU melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Assunniyyah, Kecong, Jember. (Foto: NOJ/Habib Aziz Ar Rozi)
Ketua Umum PBNU melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Assunniyyah, Kecong, Jember. (Foto: NOJ/Habib Aziz Ar Rozi)

Jember, NU Online Jatim
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan silaturahim ke kediaman KH Ahmad Sadid Jauhari di Pondok Pesantren Assunniyyah, Kencong, Jember, Rabu (18/05/2022) malam.


Kiai Ahmad Sadid Jauhari yang juga Rais PBNU itu menyambut hangat kedatangan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) bersama Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.


Dalam arahannya, Gus Yahya menjelaskan perkembangan peradaban Islam di Indonesia berbeda dengan di Timur Tengah atau Eropa. Salah satu contohnya adalah soal model pendidikan pesantren.


Gus Yahya menyebut kenapa para kiai sangat antusias dan bersemangat dalam mendirikan dan merawat pesantrennya hingga saat ini. Karena banyak rahasia dan misi di balik model pendidikan di pesantren.


"Kepentingan tetap mempertahankan model pendidikan pesantren tidak hanya karena merawat tradisi, nilai atau kebiasaan-kebiasaan. Tetapi ini soal kepentingan menjaga aqidah," kata Gus Yahya.


Maka dari itu dirinya berpesan bahwa sebagai ujung tombak pesantren, santri mempunyai mandat mewarisi sanad Iman, Islam dan Ihsan dalam menghadapi perkembangan peradaban di dunia.


"Dengan berbekal sanad ruhani tersebut, santri tidak boleh takut, santri harus berani menghadapi derasnya arus perkembangan zaman," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah itu.


Sementara KH Ahmad Sadid Jauhari memaparkan bahwa Assunniyyah saat ini sudah memiliki 3 perguruan tinggi, di antaranya Ma'had Aly Assunniyyah, Akademi Komunitas Assunniyyah (AKAS) dan IAI Al-Falah As-Sunniyah (Inaifas) dan juga 1 Klinik Assunniyyah. 


"Perlu saya sampaikan bahwa saat ini Inaifas terus berupaya untuk berkembang dan bersiap untuk alih status menjadi universitas. Semoga Gus Menteri Agama RI mendengar doa kami," harapnya.


Kiai Sadid mengaku, pihaknya berkomitmen untuk terus menebar dan menjaga akidah Ahlusunnah wal Jama’ah dan memperjuangkan NU melalui berbagai program. Salah satunya adalah program dai mahasiswa dan guru tugas untuk melakukan syiar dakwah di berbagai pulau terdepan Indonesia. 


Lebih lanjut, KH Ahmad Laiq Athoillah selaku Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong mengucapkan terima kasih kepada Gus Yahya beserta seluruh rombongan telah berkenan datang di Assunniyyah Kencong.


"Harapan saya, semoga arahan dan bimbingan Gus Yahya kepada kita semua benar-benar bisa memberikan berkah dan manfaat," ucapnya.


Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Assunniyyah adalah kunjungan lawatan setelah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Jember. Kunjungan  juga dilakukan ke pondok pesantren di Situbondo dan Jember.


Turut dihadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Jember KH. MB Firjaun Barlaman, jajaran rais syuriyah, tandfidziyah, mustasyar, Katib PCNU, Ansor dan Banser, Pagar Nusa serta IPNU-IPPNU Kencong.

 

Penulis: Habib Aziz Ar Rozi 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru