• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Rehat

Peristiwa Monumental Umat Islam dan Indonesia di Bulan Ramadhan

Peristiwa Monumental Umat Islam dan Indonesia di Bulan Ramadhan
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong, Jember, KH Achmad Sadid Jauhari. (Foto: NOJ/Habib Aziz Ar Rozi)
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong, Jember, KH Achmad Sadid Jauhari. (Foto: NOJ/Habib Aziz Ar Rozi)

Jember, NU Online Jatim
Ramadhan merupakan bulan sangat istimewa yang di dalamnya dijanjikan keberkahan. Tidak hanya itu, bulan Ramadhan juga meninggalkan sejumlah peristiwa heroik dalam sejarah Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.


Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah As-Sunniyyah Kencong, Jember, KH Achmad Sadid Jauhari. Penjelasan diutarakan pada acara Semarak Ramadhan 1443 H di aula Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah atau Inaifas, Kencong, Kamis (21/04/2022).


"Peristiwa tersebut antara lain adalah Nuzulul Qur'an, perang Badar, fathu Makkah dan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Kiai Sadid.

 

Berikutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah  tersebut menyebut peristiwa nuzulul Qur'an.

 

"Peristiwa turunnya Al-Qur'an tentunya menjadi momen penting bagi umat Islam karena merupakan kitab suci Umat Islam yang menjadi pedoman hidup di semua aspek kehidupan," terangnya.


Peristiwa berikutnya yakni perang Badar yang terjadi pada hari Jumat 17 Ramadhan 2 hijriah atau tahun 623 M.

 

"Penyebab peperangan ini ialah ketika umat Islam meninggalkan harta bendanya di Makkah menuju Madinah karena kekejaman kaum kafir yang kemudian oleh mereka dijarah sedikit dan hendak dijual ke negeri Syam," terangnya.


"Kejadian heroik lainnya yakni fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah,"  kata Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

 

Peristiwa ini terjadi 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah karena Bani Bakr (sekutu Quraiys) yang cekcok dengan Bani Khuza’ah (sekutu Islam). Kemudian kaum kafir Quraisy membantu Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza’ah dan mengakibatkan 20 orang Khuza’ah mati terbunuh.

 

"Hal itu otomatis menjadikan kafir Quraisy melanggar perjanjian gencatan senjata atau dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah yang telah dijalin sebelumnya dengan umat Islam," tegasnya.


Sementara peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia.


"Hal ini telah disebutkan bahwa seluruh komponen pejuang kemerdekaan Indonesia tidak ingin melepaskan diri dari peran para ulama di pesantren," urainya. Hal ini dibuktikan saat para pejuang nasionalis seperti Bung Karno, Jenderal Soedirman, Bung Tomo, dan lainnya senantiasa sowan kepada Kiai M Hasyim Asy’ari dalam memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan bangsa dan negara, lanjutnya.
 
Termasuk ketika bapak proklamator, Bung Karno dan kawan-kawan hendak memproklamasikan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. "Tiga bulan sebelumnya, Bung Karno sowan menghadap Kiai M Hasyim Asy’ari," kisahnya.


Maka Mbah Hasyim memberi masukan, proklamasi hendaknya dilakukan hari Jumat saat bulan Ramadhan. Karena Jumat dianggap sayyidul ayyam atau penghulunya hari dan Ramadhan sebagai sayyidus syuhur (penghulunya bulan).


"Maka tepat pada hari Jumat yakni 9 Ramadhan 1364 H yang bertepatan dengan 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia berhasil diproklamasikan yang disambut suka cita oleh seluruh penduduk Indonesia," pungkasnya.


Acara ini diikuti pimpinan kampus setempat dan undangan yang memadati aula.  

 

Penulis: Habib Aziz Ar Rozi 


Rehat Terbaru