• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Ketua NU Kencong Ingatkan 3 Pilar Prinsip Militansi Ansor

Ketua NU Kencong Ingatkan 3 Pilar Prinsip Militansi Ansor
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Jember, H Zainil Ghulam. (Foto: NOJ/Habib AAR)
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Jember, H Zainil Ghulam. (Foto: NOJ/Habib AAR)

Jember, NU Online Jatim

Gerakan Pemuda (GP) Ansor memperingati hari lahir ke-88 tahun. Dan militansi kader, hingga kini demikian membanggakan. Terkait hal itu, militansi ber-NU harus sejalan dengan 3 prinsip, baik harakah, fikrah dan amaliah. Maka militansi kader GP Ansor dengan argumentasi patuh pada NU sekaligus benteng ulama tidak boleh bertentangan dengan tiga pilar tersebut.


Penegasan ini disampaikan H Zainil Ghulam, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Jember kepada NU Online Jatim, Ahad (24/04/2022).


"Maksudnya, pertama dalam harakah. Apapun yang dilakukan GP Ansor harus berada sesuai dengan jalur gerakan NU," katanya.


Kedua, dalam konteks fikrah, kader-kader GP Ansor harus konsisten mengikuti pola pikir NU dalam membumikan nilai-nilai dakwah pada konsep tasamuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazun (seimbang) dan ‘adalah (adil).


"Tidak pantas ada kader yang mengaku bagian dari GP Ansor, tapi dalam bertindak selalu menggunakan kekerasan dan absen dari upaya membangun dialog yang lebih humanis," urainya.


Ketiga, lanjut Kiai Ghulam, dalam konteks amaliah, kader GP Ansor tidak boleh bergeser sedikit pun, apalagi bertentangan dengan ideologi Aswaja an-Nahdliyah sebagaimana dipahami kiai NU.


"Militansi kader diukur sejauh mana nilai Aswaja menjadi standar amaliah dalam praktik keseharian, sekaligus mampu melestarikan dan menjaganya dari serangan pihak lain," jelasnya.


Oleh karena itu, pada momentum hari lahir ke 88 tahun ini, kader Ansor harus responsif dengan semua dinamika sosial kemasyarakatan. Harus selalu hadir membersamai masyakarat dalam segala lini hidup dan kehidupan.


"Saya berharap kaderisasi Ansor lebih semangat lagi. Minimal ada seribu kader Ansor dalam setiap tahunnya di tingkatan cabang. Terus berjuang menyebarkan ajaran Islam Ahlussunah waljamaah an-Nahdliyyah," ucapnya penuh harap.


Ia juga berpesan Ansor turut mengambil bagian dalam dakwah di dunia digital baik tingkatan ranting hingga cabang. Beritakan dan publikasikan sekecil apapun kegiatan Ansor sebagai bentuk syiar dakwah Islam rahmatan lil alamin


Karenanya, konsistensi pada tiga pilar di atas menjadikan GP Ansor akan betul-betul menjadi benteng ulama. Dengan mempertaruhkan segala pikiran dan tenaga bahkan nyawa untuk melestarikan dan menjaga perjuangan NU, kiai dan ulamanya.


"Semoga GP Ansor terus istikamah di usianya yang ke 88 tahun," harap dia.

 

Sedangkan Ketua Pimpinan  Cabang (PC) GP Ansor Kencong, Agus Nur Yasin  menegaskan bahwa pada momentum harlah, satu hal yang tidak bisa ditinggalkan bahwa Ansor harus tetap berada dalam basis juang ideologis para ulama NU sebagai induk organisasi. Sebab para kader hari ini pada saatnya akan menjadi penerus estafet perjuangan jamiyah. 


"Sebagaimana dengan tagline 'Berkhidmat Tanpa Batas' ini bermakna bahwa pengabdian kader Ansor tidak ada batasnya," katanya.


Menurut dia, di usia Ansor ke-88 tahun ini bukan lagi usia yang muda lagi, namun semangat berjuang kader Ansor-Banser harus tetap muda. "Sebagai pemuda NU, Ansor terdepan berdiri membela NKRI dan kiai," tegasnya.

 

Penulis: Habib Aziz Ar Rozi 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru