• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Tapal Kuda

Gusdurian Pasuruan Ajak Santri Belajar Toleransi dengan Nonton Film

Gusdurian Pasuruan Ajak Santri Belajar Toleransi dengan Nonton Film
Suasana Diskusi Film tentang Toleransi di Pondok Pesantren Al Asy'ari Al Khoziny, Pasuruan. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaludin)
Suasana Diskusi Film tentang Toleransi di Pondok Pesantren Al Asy'ari Al Khoziny, Pasuruan. (Foto: NOJ/Makhfud Syawaludin)

Pasuruan, NU Online Jatim

Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Gusdurian Pasuruan menggelar kegiatan roadshow diskusi film tentang toleransi. Kali ini, Selasa (23/11/2021) bertempat di Pondok Pesantren Al Asy'ari Al Khoziny, Dusun Sekar, Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

 

Penggerak KGSKR Khoridatul Bahiyyah, menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk memperingati Hari Santri dan Hari Toleransi Internasional tahun 2021 dengan menampilkan film dokumenter tentang toleransi kepada masyarakat. Kegiatan itu bekerja sama dengan Madani Film Festival.

 

"Kemarin bersama Fatayat NU di Beji. Sekarang bersama adek-adek santri," ujarnya kepada NU Online Jatim, Selasa (23/11/2021).

 

Ia juga menjelaskan tentang dampak paham keagamaan eksklusif yang dapat menjauh dari cita-cita para kiai yang membangun Indonesia sebagai negeri darussalam (perdamaian) dan rumah bersama beragam suku, agama, dan penghayat kepercayaan.

 

"Belajar toleransi yang sederhana dan asyik ya melalui film," imbuh Alumni Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan itu.

 

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Ustadz Tajullail, menyampaikan terima kasih karena memberikan kami wawasan yang baru. Ia merasa telah difasilitasi dalam pertemuan antara tradisi salaf pondok pesantren dan kehidupan majemuk di Indonesia.

 

"Setelah keluar dari pondok pasti akan merasakan manfaat acara seperti ini dalam menjalani hidup bersama masyarakat," imbuhnya.

 

Ia juga berharap tahun depan bisa dilibatkan lagi dalam menyelenggarakan kegiatan seperti ini dengan melibatkan lembaga-lembaga pendidikan formal di Pondok Pesantren. "Pasti sangat senang sekali," pungkas pria asal Sampang itu.

 

Selanjutnya, Diskusi film akan dilaksanakan bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Teknologi (STT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Walisongo, Geraja Kriten Jawi Wetan (GKJW) Gempol, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Gondangwetan.


Tapal Kuda Terbaru