• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 28 September 2022

Tapal Kuda

Hari Lingkungan Hidup, PMII di Jember Ingatkan Jaga Alam

Hari Lingkungan Hidup, PMII di Jember Ingatkan Jaga Alam
PMII Inaifas Kencong turut memperingati hari lingkungan hidup sedunia dengan melakukan aksi solidaritas. (Foto: NUJ/Habib Aziz Ar Rozi)
PMII Inaifas Kencong turut memperingati hari lingkungan hidup sedunia dengan melakukan aksi solidaritas. (Foto: NUJ/Habib Aziz Ar Rozi)

Jember, NU Online Jatim
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (Inaifas) Kencong, Jember turut memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau Word Environment Day. Agenda itu dengan melakukan aksi solidaritas di sepanjang ruas jalan Alun-alun Kecamatan Kencong, Selasa (07/06/2022).


“Peringatan hari lingkungan hidup sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan manusia agar selalu menjaga alam sekitar,” kata koordinator lapangan aksi, Johan Efendik.


Menurut Johan, sekarang sedang santer terdengar permasalahan lingkungan. Dari mulai pemanasan global, pencemaran, polusi dan lainnya.


"Sebagai manusia yang paling dekat dengan alam, menjaga lingkungan adalah suatu kewajiban demi kelangsungan hidup di masa yang akan datang," ungkap Ketua Bidang Eksternal PMII Inaifas ini.


Ia menambahkan bahwa partisipasi anak muda untuk mengeluarkan ide kreatif dan inovatif bisa menjadi solusi mengatasi krisis iklim yang mengancam masa depan.

 

“Kesadaran dan kontribusi generasi muda diyakini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pengendalian perubahan iklim,” kata Ahmad Fathu Fikron Mustofa. 


Generasi muda seperti mahasiswa yang sadar dan cerdas iklim dapat menjadi aktor dan berperan aktif dalam agenda pengendalian perubahan iklim. Termasuk transisi energi dan penerapan pajak karbon.   


“Peran aktif generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim makin diharapkan saat melihat jumlahnya yang sangat besar di negara kita,” ungkapnya. 


Dikemukakan bahwa saat ini ada sekitar 65 juta orang (28 persen) penduduk Indonesia pada kategori usia 10 – 24 tahun. Merekalah yang akan menjadi angkatan kerja di era transisi energi menuju net-zero emission pada 2060.


"Jadi, generasi muda akan menjadi penentu dalam mempercepat transisi dari penggunaan bahan bakar berbasis fosil menjadi energi terbarukan," kata Ketua Komisariat PMII Inaifas ini.


Lebih lanjut, krisis iklim akibat peningkatan emisi karbon di bumi merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia saat ini dan juga di masa depan. Dampak krisis iklim pun semakin dirasakan saat ini. 


Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO) pada Mei 2022 menyebutkan bahwa peningkatan emisi karbon dioksida selama 2021 menempatkan iklim bumi dalam kondisi yang kian terpuruk. Pada 2021, konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi mencatat rekor tertinggi baru.


"Kita hanya punya satu bumi, dan bumi tempat kita tinggal ini tidak selamanya mampu menampung peningkatan emisi karbon yang memicu terjadinya perubahan iklim,” ungkap dia.


Karena itu, manusia yang membutuhkan bumi hendaknya turut menjaga dengan mengurangi emisi karbon. Untuk itu, perlu upaya bersama termasuk generasi muda untuk pengendalian perubahan iklim.


Mahasiswa semester akhir ini juga menegaskan peran dan suara kaum muda agar lebih aktif lagi dalam menjawab isu perubahan iklim. 


“Kaum muda dirasa dapat membantu memberikan pendapat, perspektif, dan representasi terkait adanya isu krisis iklim, konflik global, dan isu agraria yang terus terjadi khususnya di wilayah pesisir Jember selatan,” jelasnya.


Fikron melanjutkan, peran yang bisa dilakukan oleh kaum muda tidak harus dengan perubahan besar. Tetapi bisa dimulai dengan aksi-aksi sederhana.


"Seperti menggunakan barang yang bisa didaur ulang, mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, tidak membuang sampah sembarangan, mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak dibutuhkan untuk menghemat energi, dan masih banyak lagi," tandasnya.

 

Penulis: Habib Aziz Ar Rozi


Editor:

Tapal Kuda Terbaru