• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Tapal Kuda

Haul Digelar Kenang Sosok Visioner Kiai Subhan Syibromulis Bangil

Haul Digelar Kenang Sosok Visioner Kiai Subhan Syibromulis Bangil
Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid Bangil, Kiai Subhan Syibromulis. (Foto: NOJ/M Hifni S Rizqy)
Pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid Bangil, Kiai Subhan Syibromulis. (Foto: NOJ/M Hifni S Rizqy)

Pasuruan, NU Online Jatim

Tepat setahun yang lalu, pendiri Pondok Pesantren Darut Tauhid Bangil, Almaghfurlah Kiai Subhan Syibromulis Kholili berpulang menghadap Sang Khaliq. Kendati telah berpulang, namun rasa cinta dan penuh kasih sayang dalam berdakwah dan menebar kebaikan tetap dikenang di hati para santri dan masyarakat Bangil.

 

Untuk mengenang setahun wafatnya tokoh NU setempat tersebut digelar haul. Acara dipusatkan di aula Pondok Pesantren Darut Tauhid Bangil, Ahad (08/08/2021), dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Kiai Imam Kharomain yang merupakan putra Kiai Subhan Syibromulis (selanjutnya ditulis Kiai Syib) menuturkan, bahwa almarhum adalah sosok yang ulet dan tangguh namun sederhana.

 

“Salah satu bukti keuletannya beliau yakni berdirinya Asrama Pelajar Pesantren Darut Tauhid ini,” ujar Gus Romi, sapaan akrabnya.

 

Disebutkan oleh Gus Romi, bahwa Kiai Syib merupakan sosok pekerja keras yang selalu berjuang demi kemaslahatan umat, serta memiliki pemikiran visioner serta dekat dengan santri dan masyarakat.

 

“Kiai Syib selain dikenal pekerja keras, beliau juga sangat sederhana dan memiliki pemikiran moderat serta apa adanya. Bahkan, beliau sangat mencintai santri-santrinya,” imbuhnya.

 

Gus Romi juga menyebutkan, jika pesantren yang didirikan oleh Kiai Syib ini merupakan bentuk rasa cinta dan sayang beliau kepada para santri, agar mendapatkan tempat yang nyaman dalam menimba ilmu.

 

“Darut Tauhid menjadi pesantren pertama di Bangil yang menggabungkan antara metode pendidikan salaf dan pendidikan sekolah formal. Hal ini merupakan inisiatif beliau dulu,” terang Gus Romi.

 

Sementara itu, Gus Ahmad Khalilullah putra kedua Kiai Syib berharap, agar semuanya dapat melanjutkan warisan perjuangan yang telah diajarkan oleh Kiai Syib.

 

 

“Baik itu mengenai kerja keras, perjuangan, dan cinta. Warisan yang telah diturunkan oleh Kiai Syib mari kita akan perjuangkan bersama,” ajaknya kepada hadirin.

 

Penulis: M Hifni Sahila Rizqy

Editor: A Habiburrahman


Tapal Kuda Terbaru