• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Tapal Kuda

IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Talkshow Pelajar dan Santri

IPNU-IPPNU Probolinggo Gelar Talkshow Pelajar dan Santri
Pelaksanaan Talkshow yang diadakan oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)
Pelaksanaan Talkshow yang diadakan oleh PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/ Siti Nurhaliza)

Probolinggo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo menggelar Talkshow. Kegiatan pamungkas Hari Santri 2021 tersebut dipusatkan di aula Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, Ahad (07/11).

 

Talkshow tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Muhammad Ishomuddin Haidar Departemen Organisasi Pimpinan Pusat (PP) IPNU, dan Khoirotul Ni'amah pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Jawa Timur.

 

Muhammad Ishomuddin Haidar menyampaikan, bahwa seorang santri harus saleh spiritual dan saleh intelektual. Tak cukup itu, ia juga meminta pelajar dan santri agar memiliki skill kemampuan yang tinggi dalam banyak hal.

 

“Skill tersebut harus dimiliki oleh pelajar dan santri dalam menghadapi Indonesia emas 2045,” ujar Gus Haidar.

 

Dirinya juga menyebutkan, bahwa dalam sebuah organisasi mesti ada yang namanya kekuatan utama. Menurutnya, kekuatan utama dalam sebuah organisasi terletak pada aktor bukan peran.

 

“Oleh karenanya, jadilah aktor organisasi yang dapat berperan dalam posisi apapun," jelas Gus Haidar.

 

Sementara Khairatul Ni'amah mengatakan, bahwa organisasi pelajar IPNU-IPPNU hendaknya mengusung inovasi yang mengandung unsur kebaruan. Salah satunya menggerakkan literasi dan digitalisasi.

 

“Hal tersebut dapat dijadikan arah baru dalam berdakwah yang ramah, utamanya dalam menangkal radikalisme,” ucap Khaira, sapaan akrabnya.

 

Ia menambahkan, kader IPNU-IPPNU di era saat harus militan. Militansi tersebut menurutnya juga harus dibarengi dengan intelektual yang tinggi, jiwa kepemimpinan dan loyal.

 

“Selain itu, hendaknya juga memiliki power dan rasa nasionalisme dengan tetap dalam koridor akidah Ahlussunah Wal Jamaah," pungkasnya.

 

Diketahui, kegiatan yang diikuti 50 kader IPNU-IPPNU se-Kabupaten Probolinggo tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.


Tapal Kuda Terbaru