• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Tapal Kuda

Kiai Idris Pasuruan Jelaskan Nikmat yang Sering Dilalaikan Manusia

Kiai Idris Pasuruan Jelaskan Nikmat yang Sering Dilalaikan Manusia
KH Idris Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/Diana Putri Maulida)
KH Idris Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/Diana Putri Maulida)

Pasuruan, NU Online Jatim
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan, KH. Idris Hamid menyebutkan salah satu nikmat Allah yang seringkali dilalaikan manusia. Nikmat tersebut yakni bernapas menghirup udara yang ada di alam secara tak terbatas.


Hal tersebut disampaikannya saat mengisi pengajian kitab Ihya `Ulumiddin yang digelar di Ponpes setempat, Jum’at (03/06/2022). Pengajian rutin setiap Jum’at itu juga dapat diikuti oleh masyarakat umum melalui kanal YouTube Salafiyah Media Kota Pasuruan.


Lantas, dirinya mengajak para santri untuk bermuhasabah. Manusia harus membayar setiap tarikan serta hembusan napas mereka.


“Tabung oksigen di rumah sakit yang tingginya seukuran manusia itu harganya empat ratus ribu, habis dalam waktu sehari. Empat ratus ribu dikalikan sepuluh tahun, lima puluh tahun  sepanjang usia kita, sudah berapa itu? nikmatnya Allah semua diberikan kepada kita gratis,” katanya.


Menurutnya, semua ciptaan Allah adalah baik, meskipun yang terlihat buruk menurut pandangan manusia, pasti ada hikmah dan tujuan di balik itu semua. Berbeda dengan manusia, sebaik apa pun ciptaannya pasti terdapat kekurangan di dalamnya.


“Kalau ciptaan Allah pasti tidak ada yang sia-sia. Sakit tidak ada yang salah, tidak ada orang yang ingin sakit, tapi itu kekuasaannya Allah diikuti saja. Itu untuk menguji kesabaran, kalau orang yang berilmu pasti sabar,” tutur putra Kiai Hamid Pasuruan itu.


Dirinya menerangkan contoh lainnya ialah peristiwa gunung meletus. Manusia yang tidak sabar menganggap hal tersebut sebagai suatu ujian bahkan malapetaka. Padahal, banyak pula manfaat yang diperoleh manusia dari peristiwa itu, seperti tanah yang semakin subur serta komoditas pasir yang berlimpah.


“Ada orang yang kaya mendadak karena jualan pasir hasil letusannya gunung. Jadi, jangan saling menyalahkan, apalagi menganggap bahwa Allah itu tidak adil. Karena semua yang terjadi berdasarkan kehendaknya dan pasti semua ada hikmahnya,” tandasnya.


Tapal Kuda Terbaru