• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Mei 2022

Tapal Kuda

Lewat Jalan Berputar, Tim NU Lumajang Peduli Salurkan Genset

Lewat Jalan Berputar, Tim NU Lumajang Peduli Salurkan Genset
Suasana di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang. (Foto: NOJ/Detik)
Suasana di pengungsian korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang. (Foto: NOJ/Detik)

 Terputusnya jembatan perak akibat lahar dingin Semeru yang menerjang pada Sabtu (04/12/2021), membuat jalur ke Pronojiwo Lumajang terputus. Sehingga perjalan ke sana harus ditempuh dari Pasuruan kemudian Malang untuk kemudian sampai di lokasi terparah yakni Pronojiwo, Lumajang.

 

Usai mendapat laporan jika di lokasi erupsi membutuhkan penerangan tambahan di posko utama, Tim NU Lumajang Peduli segera berangkat ke sana untuk memberikan genset pada Ahad (05/12/2021).

 

Kendati melalui jalan berliku, hal itu tidak menyurutkan niat Tim NU Peduli. Kurnia Wahid salah satu relawan yang turut serta menuturkan, posko pengungsian masih belum ada penerangan 

 

"Infrastruktur listrik rusak, kami langsung mengambil tindakan cepat untuk membantu mengirimkan genset," ungkapnya saat dikonfirmasi NU Online Jatim.

 

Dirinya berharap, dengan genset yang dikirimkan tersebut sedikit membantu meringankan penderitaan pengungsi di posko. Karena penerangan yang memadai demikian membantu ketenangan para pengungsi.

 

"Semoga bermanfaat, kasihan karena mereka harus berada di posko dalam suasana gelap," ungkapnya.

 

Di tempat lain, Ira salah seorang relawan yang ada di posko pengungsian Candipuro menjelaskan, bantuan sudah banyak yang datang dari masyarakat. Namun ada beberapa yang masih belum tercukupi.

 

"Pengungsi masih kurang kebutuhan balita, seperti makanan bayi dan minyak kayu putih," ujarnya.

 

Dirinya menambahkan, untuk yang lain sementara ini sudah tercukupi namun kira-kira hanya untuk beberapa hari ke depan. "Dua sampai tiga hari ke depan masih aman," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru