• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Tapal Kuda

Logistik Menumpuk dan Terancam Tidak Terpakai, Ini Saran Ketua LBMNU Jatim

Logistik Menumpuk dan Terancam Tidak Terpakai, Ini Saran Ketua LBMNU Jatim
Bantuan terus berdatangan di Pos NU Peduli Kabupaten Lumajang (ilustrasi). (Foto: NOJ/Afif)
Bantuan terus berdatangan di Pos NU Peduli Kabupaten Lumajang (ilustrasi). (Foto: NOJ/Afif)

Surabaya, NU Online Jatim

Kepedulian masyarakat untuk meringankan beban saudara yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang sangat besar. Namun hingga saat ini terjadi penumpukan logistik yang cukup besar yang berindikasi tidak terpakai oleh pengungsi.

 

Menyikapi persoalan di atas Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jatim KH Ahmad Asyhar angkat bicara terkait permasalahan tersebut.

 

Menurut Kiai Asyhar pada dasarnya para donatur saat menyumbang ingin apa yang sumbangkan sampai pada alamat dan digunakan untuk meringankan dalam hal ini masyarakat yang terdampak letusan Gunung Semeru.

 

Terkait penumpukan logistik, yang mana jika dibiarkan akan terbuang dan mengecewakan donatur, Kiai Asyhar atas dasar kemaslahatan menyarankan untuk dijual kemudian disalurkan dalam bentuk uang.

 

“Sebenarnya hukum asal menjual barang hasil pengumpulan yang awalnya akan disumbangkan adalah tidak boleh. Namun untuk mencari kemaslahatan antara donatur dan penerima menjadi boleh. Karena mencegah adanya mubadzir dan agar donatur tidak kecewa,” terangnya, Kamis (09/12/2021). 

 

Namun Kiai Asyhar memberi catatan. Sebelum mengambil langkah memberikan bantuan dalam bentuk uang, yang pertama harus diperhatikan adalah adanya pengklasifikasian kebutuhan pengungsi. 

 

“Pertama harus ada pengklasifikasian, misalnya pakaian untuk laki-laki dan perempuan. Jika itu sudah terpenuhi dan melimpah, langkah kedua yang diambil adalah menyalurkan bantuan kepada korban bencana yang selevel di tempat lain,” katanya.

 

Selanjutnya, jika langkah kedua tidak mungkin kemudian bisa diambil langkah ketiga untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk uang. Namun, di samping itu ada beberapa hal yang juga harus dipastikan.

 

“Jangan sampai menjual logistik yang menumpuk tetapi masih ada korban yang belum terjangkau. Padahal sangat membutuhkan logistik tersebut. Jadi para relawan harus siap menyalurkan sebagi bentuk tanggung jawab bagaimanapun keadaanya,” ungkapnya.

 

Seperti dilansir Liputan6.com (09/12/2021) Kabid Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyatakan, pihaknya menolak bantuan baju bekas untuk korban erupsi Gunung Semeru.

 

"Beberapa tahun ini baju bekas layak pakai tidak diterima di lokasi bencana alam. Karena banyak masalah terkait baju bekas layak pakai," ujar Sadono Irawan dikutip Liputan6.com.

 

Sebelumnya, Senin (06/12/2021) Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) telah datang ke Lamajang untuk melakukan asesmen lapangan untuk mengetahui keputuhan apa yang diperlukan para korban.

 

 

Dari asesmen itu tim LAZISNU menyimpulkan bahwa ada tiga titik kebutuhan yang masih kurang yaitu perlengkapan ibadah, posko kesehatan, dan layanan psikososial.

 

Selain itu, kebutuhan pemulihan pasca bencana untuk  pendiaikan, pemberdayaan ekonomi, fasilitas ibadah, infrastruktur dan sebagainya juga menjadi perhatian.


Tapal Kuda Terbaru