• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Tapal Kuda

Muslimat NU Kota Pasuruan Diharap Bentengi Masyarakat dari Paham Radikal

Muslimat NU Kota Pasuruan Diharap Bentengi Masyarakat dari Paham Radikal
Pembukaan Konfercab VIII Muslimat NU Kota Pasuruan. (Foto: Fathira)
Pembukaan Konfercab VIII Muslimat NU Kota Pasuruan. (Foto: Fathira)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pasuruan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VIII pada Kamis (26/05/2022).


Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kecamatan Purworejo Kabupaten Pasuruan.


Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur, Hj Masruroh Wahid menyampaikan pentingnya ketulusan dalam berkhidmat. "Niatkan pengabdian ini sebagai ibadah yang ikhlas demi agama Allah SWT," jelasnya.


Lebih dari itu, Hj Masruroh menjelaskan ranah tugas Muslimat NU Kota Pasuruan yang meliputi beberapa aspek, di antaranya ekonomi, pendidikan, hingga sosial, seperti membantu masyarakat sekitar.


Di saat yang bersamaan, Gus HM Nailur Rochman atau Gus Amak selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan menjelaskan tentang peran perempuan dalam menyelamatkan masyarakat dari paham radikal.


"Khusus Muslimat NU ini, ibu-ibu memang sasaran yang paling strategis, sebab kalau ibunya sudah benar, maka anak yang dididiknya pun juga ikut benar, begitu pun sebaliknya," ujarnya.


Gus Amak menegaskan, penting bagi PC Muslimat NU Kota Pasuruan untuk membantu orang-orang agar kembali pada ajaran yang benar sesuai dengan tuntutan Rasulullah SAW, yakni Ahlussunnah wal Jamaah.


Gus Amak dalam sambutannya juga memaparkan tentang dampak dari aliran radikal tersebut. "Ada satu kisah, seorang ibu di Cianjur yang diusir anaknya karena beda aliran, anak beliau bahkan tidak mau bersalaman selama tiga tahun," ulasnya.


"Maka dalam NU, kita memiliki tugas bagaimana caranya menyelamatkan akidah umat. Kita di sini tidak untuk mencari musuh, tetapi merangkul dan mecari saudara sebanyak mungkin," tandasnya.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru