• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Tapal Kuda

Lewat Festival Dolanan, Santri Bayt Al-Hikmah Ajak Jaga Tradisi

Lewat Festival Dolanan, Santri Bayt Al-Hikmah Ajak Jaga Tradisi
Tangkapan layar video klip theme song  Dolanan Yok! 6 di YouTube Bayt Al-Hikmah. (Foto: NOJ/Diana Putri Maulida)
Tangkapan layar video klip theme song  Dolanan Yok! 6 di YouTube Bayt Al-Hikmah. (Foto: NOJ/Diana Putri Maulida)

Pasuruan, NU Online Jatim
Lihatlah kawan awan mulai menipis
Nenek moyangmu kini sedang menangis
Dilihatnya budaya luar masuk dengan beringis
Mencuci semua otak rakyatnya sampai habis

 

Empat kalimat tersebut merupakan salah satu bait dalam theme song (tema musik) Festival Dolanan Yok! (DY!) yang berjudul Genggam Harapan. DY! merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan untuk seluruh siswa dan siswi tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas se-Jawa Timur. Tahun ini adalah kali keenam pelaksanaannya dengan mengusung tema "Eksistensi Budaya di Tengah Pandemi".
 

Selaras dengan tema, bait pada lagu menyuratkan suatu ungkapan sekaligus peringatan bahwa modernisasi menjadikan budaya asing masuk dengan sangat mudah. Apabila tidak dibarengi dengan penjagaan budaya bangsa sendiri, maka bukan tidak mungkin budaya bangsa akan kalah eksistensinya, bahkan hilang begitu saja. Pernyataan itu disampaikan oleh Muhammad Allan Rabbani, salah satu aktor dalam video klip theme song tersebut.
 

"Salah satu upaya melestarikan budaya yaitu dengan memainkan permainan-permainan tradisional contohnya yang ada di festival ini. Sebab, sekarang anak mudanya lebih candu ke gadget. Itu juga makna tersirat dari lagu yang dikarang teman saya namanya Rangga Dewanata," ungkapnya pada NU Online Jatim, Sabtu (29/01/2022).
 

Santri kelas 12 SMA yang akrab disapa Allan itu mengatakan, ia bersama ketiga temannya mulai mengeksekusi pembuatan video dua pekan sebelum pembukaan festival. Diakuinya, perancangan konsep dikerjakan selama dua hari dan lokasi yang dipilih ialah sawah, jalanan, serta area pondok pesantren.
 

"Dua minggu sebelum hari H itu masih rancangannya saja. Kita take video cukup dadakan. Setelah konsep yang dirancang sekitar dua hari siap, kita langsung take di tempat. Tapi untuk lirik lagunya sendiri sudah jadi sekitar sebulan yang lalu," terang Allan yang termasuk pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) itu.
 

Theme song beserta video klipnya, disebutkan Allan, akan diputar selama DY! berlangsung mulai dari pembukaan pada Jumat (28/01/2022) hingga Ahad (30/01/2022).
 

Sementara Muhammad Muslim selaku pembina OSIS Putra menjelaskan, budaya yang ingin ditonjolkam dalam festival tahun ini adalah budaya Bali yang dikolaborasikan dengan budaya Jawa. Ditunjukkan dengan maskot festival serta beragam dekorasi yang identik dengan warna budaya Bali yakni merah bata.
 

"Nilai yang ingin diangkat adalah bahwasanya kita adalah satu kesatuan. Warna merah yang dominan di sini mulai dari pertunjukan, banner, dresscode panitia dan peserta ingin menyuratkan keberanian. Kita juga berani menunjukkan budaya kita," tegas tenaga pendidik mata pelajaran sosiologi tersebut.
 

Muslim mengaku takjub, bangga, dan sangat mengapresiasi karya-karya santri Bayt Al-Hikmah. Dikatakannya, di tengah kesibukan menjalankan kegiatan sekolah dan pesantren, mereka tetap bisa mengembangkan kreativitasnya.
 

"Tahun ini sangat lebih meriah, pertunjukan bahkan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Saya ambil contoh Tari Saman. Kalau dulu hanya satu baris, sekarang bisa sampai empat baris. Jadi panggung benar-benar dimaksimalkan dengan baik," pungkas dia.


Editor:

Tapal Kuda Terbaru