• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Tapal Kuda

Ngaji Ramadhan, Kiai Zuhri Jelaskan Hubungan Ilmu dan Akal

Ngaji Ramadhan, Kiai Zuhri Jelaskan Hubungan Ilmu dan Akal
Kiai Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)
Kiai Zuhri, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. (Foto: NOJ/Mokh Faisol)

Probolinggo, NU Online Jatim

KH Moh Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa manusia diberi akal oleh Allah untuk mencari ilmu sehingga mampu membedakan yang benar dan yang batil.


"Untuk mengetahui perbuatan hak dan batil, amal yang paling utama adalah mencari ilmu karena dengan ilmu kita bisa membedakannya," kata Kiai Zuhri saat mengisi pengajian Ramadhan di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Senin (04/04/2022).


Menurut Kiai Zuhri, orang yang berakal tidak akan sembarangan berbuat sesuatu yang buruk karena dirinya diikat oleh ilmu. Jadi, akal bukan semata-mata mengetahui, tetapi mengikat dengan ilmu sehingga bisa mencegah perbuatan-perbuatan buruk.


"Orang yang betul-betul berakal adalah orang yang bisa menahan diri dari segala sesuatu yang tidak baik," ujarnya.


Lebih lanjut ia mengatakan, akal merupakan penyinar hati jika diikuti dengan ilmu. Oleh karena itu kita harus bisa mengendalikan akal agar hati kita tidak mati dan terus mendapatkan cahaya.


"Akal harus di sertakan kemampuan mengendalikan diri agar kita bisa membedakan perbuatan hak dan batil dalam batas tertentu bukan mutlak tanpa batas," tutur Kiai Zuhri.


Kiai Zuhri mencontohkan jika orang melaksanakan shalat tanpa ilmu, kemungkinan besar shalatnya tidak sah. Karena itu, lanjut dia, beramal harus disertai ilmu agar tujuan hidup seseorang tercapai.


"Tujuan kita hidup adalah memperoleh kebahagiaan dan keselamatan. Oleh karena itu usaha yang harus dilakukan adalah mencari ilmu tentang kebahagiaan hidup, yakni mengenal Allah," kata Kiai Zuhri.


Tapal Kuda Terbaru