• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Tapal Kuda

NU Peduli Semeru

NU Lumajang Peduli Sumbang 250 Huntara untuk Korban Erupsi Semeru

NU Lumajang Peduli Sumbang 250 Huntara untuk Korban Erupsi Semeru
Tim NU Lumajang Peduli saat mengikuti rapat koordinasi relokasi pasca bencana Awan Panas Gunung (APG) Semeru. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)
Tim NU Lumajang Peduli saat mengikuti rapat koordinasi relokasi pasca bencana Awan Panas Gunung (APG) Semeru. (Foto: NOJ/ Sufyan Arif)

Lumajang, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang Peduli menyumbangkan 250 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk korban erupsi Gunung Semeru. Hal itu disampaikan tim NU Lumajang Peduli saat rapat koordinasi relokasi pasca bencana Awan Panas Guguran (APG) Semeru yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Pasirian, Lumajang, Kamis (16/12/2021).
 

Direktur Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Lumajang, Muhammad Rofiul Ulum menuturkan, 250 Huntara yang diusulkan timnya sudah disetujui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang. Disebutkan, 250 Huntara tersebut merupakan bagian dari 2000 Huntara yang ditargetkan Pemkab Lumajang.


"Kami juga siap untuk pembangunan fasilitas umum lainnya, seperti masjid, mushala, dan madrasah diniyah. Tapi sementara itu masih ditampung, karena sedang fokus pada Huntara," ungkapnya.
 

Pria yang juga salah tim NU Lumajang Peduli itu menambahkan, awalnya pembangunan Huntara tersebut dianggarkan Rp10 juta setiap Huntara. Namun, setelah dilakukan pengecekan ulang kemudian direvisi dan membengkak menjadi Rp12 juta setiap unit Huntara.
 

"Jadi, anggaran yang kita siapkan untuk Huntara itu kisaran Rp2,6 miliar hingga Rp3 miliar. Hal tersebut merupakan kerja sama dengan LAZISNU Jatim, yang pada mulanya kita siap 200 Huntara, kemudian oleh Gus Miftah ditambah menjadi 250 Huntara dari NU," terangnya.
 

Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa lokasi Huntara tersebut nantinya juga akan menjadi Hunian Tetap atau Huntap. Dan, apabila nanti Huntap segera dilakukan pembangunannya, maka alokasi untuk Huntara tersebut direncanakan akan dialihkan untuk pembangunan dapur.
 

"Tapi, itu kan prosesnya mungkin masih lama. Sedangkan warga yang mengungsi itu harus segera direlokasi atau diberikan tempat yang layak yakni dengan Huntara tersebut," pungkasnya.
 


Dari informasi yang dihimpun NU Online Jatim, Huntara tersebut akan dibangun di lahan seluas 81 hektar di dua desa, yaitu Desa Sumbermujur, Candipuro dan Desa Oro-oro Ombo, Pronojiwo. Masing-masing Huntara tersebut berukuran luas 6x 4,8 meter.
​​​​​​​

Editor: A Habiburrahman


Tapal Kuda Terbaru