• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Tapal Kuda

Pelatihan Jurnalistik Dasar, Membangun Peradaban Santri untuk Kemajuan Bangsa

Pelatihan Jurnalistik Dasar, Membangun Peradaban Santri untuk Kemajuan Bangsa
Pelatihan Jurnalistik Dasar. (Foto: NOJ/Anita)
Pelatihan Jurnalistik Dasar. (Foto: NOJ/Anita)

Jember, NU Online Jatim

Era 4.0 yang identik dengan media sosial nampaknya bukan lagi rahasia di kalangan masyarakat. Hal ini ditandai dengan giat jurnalisme online maupun penyebaran berita melalui media sosial. Melihat realitas sosial tersebut, santri sebagai agen penerus bangsa dituntut untuk terbuka dengan tantangan zaman.

 

Sebagai bentuk membangun pemahaman santri serta penambahan keilmuan dalam jurnalistik, Yayasan Pondok Pesantren Subulus Salam, Tanggul, Jember berkolaborasi dengan Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember untuk mengadakan Pelatihan Jurnalistik Dasar. Acara yang berlokasi di Yayasan Pondok Pesantren Subulus Salam Jember tersebut digelar pada Rabu (4/11/2020) dengan mengusung tema Membangun Peradaban Santri Untuk Kemajuan Bangsa.


Moh. Syaifuddin, Pimpinan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas sebagai narasumber memaparkan bahwa tema tersebut dipilih berdasarkan realitas sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.


"Kami memilih tema tersebut karena kami melihat santri adalah poros peradaban bangsa Indonesia ini. Jika kita menengok sejarah perjuangan kemerdekaan, santri dan ulama merupakan garda terdepan dalam perang melawan penjajah," jelasnya.

 

Selain itu, tema tersebut juga menghubungkan dengan hari pahlawan yakni 10 November yang juga tak lepas dari perjuangan kaum santri yang berjuang untuk tanah air Indonesia.


"Peristiwa 10 November adalah salah satu momen bagi santri untuk mengabdi kepada tanah air ini. Peristiwa tersebut tentu diawali dengan melecutnya Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 yang difatwakan oleh salah satu pendiri NU yaitu KH Hasyim Asy'ari. Resolusi Jihad ini membangkitkan semangat kaum santri melawan penjajah," ungkapnya.

 

Dirinya menambahkan, bahwa santri di zaman ini harus bisa menjadi penggerak kemajuan dan pendobrak peradaban bangsa. Utamanya dalam hal jurnalistik, santri harus peduli literasi sekaligus menjadi penggiat media sebagai bentuk syiar NU.


"Maka dari itu, santri hari ini harus menjadi turbin peradaban demi kemajuan bangsa. Selain potensi keagamaan, santri harus melek media, dan melek literasi digital. Lebih-lebih saat ini kita dihadapkan dengan era revolusi industri 4.0 yang menuntut santri lebih inovatif dan kolaboratif dalam segala hal. Khususnya menyebarkan Islam ahlussunah wal jama'ah an-nahdliyah," tambahnya.

 

Syaifuddin juga berharap diklat tersebut nantinya menjadi pegangan bagi santri dalam hal menulis dan bermedia sosial.

 

"Harapan dari diklat ini kiranya mampu menjadi bekal para santri dalam kepenulisan dan bermedia sosial. Tidak hanya itu, semoga santri akan menjadi katalisator masa depan melalui inovasi dan kolaborasi," pungkasnya.

 

 

Penulis : Anita

Editor : Risma Savhira


Tapal Kuda Terbaru