• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Pemerintahan

Geliat Pesantren di Lumajang Mengembangkan Usaha

Geliat Pesantren di Lumajang Mengembangkan Usaha
Podcast Rahasia Santri Sukses. (Foto: NOJ/Savhira)
Podcast Rahasia Santri Sukses. (Foto: NOJ/Savhira)

Lumajang, NU Online Jatim

Di era industri 4.0 ini perkembangan zaman kian pesat dan pemikiran masyarakat juga semakin terbuka. Sama halnya di bidang pendidikan pesantren, kini banyak pesantren yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, namun sudah merambah ilmu umum seperti teknologi dan ekonomi.

 

Merespons hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program One Pesantren One Product (OPOP) pada 2019 lalu. Program ini juga sebagai implementasi dari nawacita bhakti Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

 

Pondok Pesantren Al-Haromain Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang kini sudah mulai mengajarkan santrinya untuk berwirausaha. Hal ini selaras dengan penjelasan KH Zainal Abidin Imron pada podcast OPOP yang bertajuk Pesantren Berdaya, Masyarakat Sejahtera.

 

“Alhamdulillah di Pondok Pesantren Al-Haromain ini santri sudah belajar berwirausaha meskipun kecil-kecilan. Beberapa produknya seperti sabun dan makanan,” kata pengasuh pesantren ini, Senin (2/11/2020).

 

KH Zainal menambahkan bahwa kegiatan wirausaha yang dijalankan para santri di pesantrennya tidak mengganggu aktivitas belajar utama.

 

“Kita beri waktu tertentu untuk berwirausaha, agar tidak menggangu belajar utama di pondok. Karena dengan adanya wirausaha ini, diharapkan santri yang sudah lulus dari pondok bekerjanya tetap di pondok atau dikoordinir oleh pondok,” jelasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Haromain mengungkapkan, bahwa sampai saat ini para santri sudah bisa membuat sabun batangan dan beberapa makanan.

 

“Sementara ini produk kami alhamdulillah sudah bisa membuat sabun dan beberapa kue,” terangnya. 

 

Sabun tersebut terbuat dari susu kambing, ekstrak sereh, lemon, daun sirih. Proses pembuatannya sudah sesuai standar karena kami bekerja sama dengan PT Atsiri. Sabun yang diberi nama Zaen ini bermanfaat untuk menyembuhkan alergi dan gatal, dan bisa digunakan oleh semua umur. Sedangkan  pemasarannya sudah sampai di Jawa Timur dan Jawa Barat.

 

Selain sabun, produk makanan yang dihasilkan merupakan bentuk kreativitas dari para santri putri.

 

“Produk makanan ini adalah salah satu keinginan santri putri untuk membuat kue sehingga bisa dipasarkan di sekitar pesantren,” ujar dia. Resepnya didapat dari ustadzah yang mengajar di pesantren dan dari pesantren lain yang diterapkan di Al-Haromain, lanjutnya.

 

Ustadz Yusuf juga memaparkan, bahwa kendala yang ada saat ini adalah terkait modal. Dirinya menginginkan untuk ke depannya semua bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi berasal dari dalam pesantren sendiri.

 

“Susu kambing sebagai bahan utamanya masih kita dapatkan dari luar pesantren, karena di Lumajang juga banyak peternak kambing etawa,” ungkapnya. 

 

Ke depannya pesantren ingin memiliki petrenakan kambing sendiri, atau santri yang sudah diluar bisa beternak kemudian menyetorkan susu kambingnya ke pesantren. Tapi permaslahannya masih di modal.

 

Muhammad Ghofirin selaku moderator pada acara ini juga menanggapi hal tersebut. Bahwa OPOP tidak hanya fokus kepada hasil akhir produknya, namun juga berpikir dari hulu ke hilir.

 

“Karena OPOP berpikir dari hulu ke hilir, jangan sampai hanya bisa membuat produk tapi bahannya dari yang lain. Kalau bisa dari bahan baku sampai menjadi produk dari kita semua,” harapnya.

 

 

Editor : Syaifullah


Pemerintahan Terbaru