• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Tapal Kuda

Penguatan Kawasan Maritim Jadi Atensi Lakspedam NU Kota Pasuruan

Penguatan Kawasan Maritim Jadi Atensi Lakspedam NU Kota Pasuruan
Seminar Kemaritiman oleh PC Lakpesdam NU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)
Seminar Kemaritiman oleh PC Lakpesdam NU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/ Diana Putri Maulida)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakspedam NU Kota Pasuruan menggelar Seminar Kemaritiman, Sabtu (19/03/2022). Agenda dengan tema “Meneguhkan Peran Strategis Nahdlatul Ulama dalam Pembangunan Maritim Kota Pasuruan” itu dipusatkan di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.


Akademisi Ahli Kebijakan Publik Pengurus Wilayah (PW) Lakspedam NU Jatim, Tri Pitono Adi Wibowo selaku narasumber menyampaikan, bahwa alokasi anggaran daerah untuk sektor maritim hanya sebesar 1 persen. Sehingga, diperlukan beberapa upaya agar sektor tersebut dapat terus dibangun. Dirinya pun merumuskan dengan ‘3S’, yakni small destination, strong attention, serta syariah based.


Small destination yaitu membuat sesuatu atau tempat yang bisa menjadi ikonik Kota Pasuruan, tentu kaitannya dengan strong attention. Ada yang datang ke sini jadi sayang kalau tidak mampir ke situ, karena daya tariknya kuat,” tegasnya.


Sementara Ketua PC Lakpesdam NU Kota Pasuruan, Zulkarnain Mahmud menyebutkan, Kota Pasuruan memiliki modal kuat untuk membangun kemaritiman. Sebab, terdapat kawasan pantai dan pesisir yang cukup luas dan menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduknya.


“Pasuruan punya semangat yang sama dengan program PBNU, yaitu kampung nelayan. Makanya kami berharap agar Kota Pasuruan juga dipilih sebagai kampung nelayan binaan. Salah satu komoditas hasil lautnya juga menjadi produk unggulan karena tidak bau tanah, namanya bandeng jelak,” jelas Zulkarnain.


Bahkan, lanjut Zulkarnain, semakin tingginya minat masyarakat untuk mengonsumsi bandeng jelak menjadikan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mewajibkan seluruh lembaga sosial menyediakan menu berbahan dasar ikan tersebut.


“Kebijakan Pemkot, semua hotel di Pasuruan menyediakan bandeng jelak sebagai menu wajib,” tambah Zulkarnain.


Untuk itu, pihaknya mengaku akan melibatkan empat kelompok untuk mulai membangun kawasan maritim, yaitu pemerintah, investor, Non-Govermental Organisation (NGO), dan masyarakat.


“Karena penting pula dukungan dari badan legislatif melalui Peraturan Daerah (Perda), dan lain sebagainya,” ungkapnya.
 


Seminar Kemaritiman tersebut di antaranya dihadiri oleh Wali Kota Pasuruan, Komunitas Wisata Bahari, kelompok nelayan, GP Ansor, Fatayat NU, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kampungrejo, dan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kota Pasuruan.


Tapal Kuda Terbaru