• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 14 April 2024

Tapal Kuda

Pesantren Genggong Gelar Haflatul Imtihan Ke-92, Dihadiri Ketum PBNU

Pesantren Genggong Gelar Haflatul Imtihan Ke-92, Dihadiri Ketum PBNU
Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah. (Foto: tangkap layar YouTube @pzhgenggong)
Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah. (Foto: tangkap layar YouTube @pzhgenggong)

Probolinggo, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo melaksanakan malam puncak Haflatul Imtihan ke-92 Putera, Sabtu (24/02/2024) malam. Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf itu dipusatkan di halaman pesantren setempat.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf beserta jajarannya.

 

“Kehadiran Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf ini menjadi sangat istimewa karena kita semua akan bisa mendapatkan ilmu dan informasi yang bisa memberikan inovasi dan motivasi terutama untuk santri dan untuk kita semuanya,” ujarnya saat sambutan.

 

Ia menambahkan, dengan hal itu diharapkan para santri, khususnya yang sedang merayakan Haflatul Imtihan, bisa menjadi generasi muda yang bisa memajukan negara dan membumikan nilai-nilai Islam di tengah-tengah lapisan masyarakat.

 

“Serta, menyebarkan agama Islam di tengah kemajuan ilmu dan teknologi serta pergaulan global,” ucap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim ini.

 

Selain itu, Kiai Mutawakkil sangat bersyukur karena Haflatul Imtihan yang merupakan acara tasyakuran santri ini dilaksanakan bertepatan pada tanggal 14 dan 15 Sya’ban 1445 H atau malam nisfu Sya’ban.

 

“Kita tahu 14 dan 15 Sya’ban ini adalah lailatul ijabah. Banyak keistimewaan-keistimewaan yang diberikan oleh Allah, termasuk ijabah doa di malam nisfu Sya’ban,” ungkapnya.

 

Di antara doa Rasulullah SAW yang diajarkan kepada umat Islam ialah sebagai berikut:

 

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

 

Sebagai penutup dari sambutannya, sosok yang juga Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim itu menyampaikan pantun. Berikut petikannya:

 

“Bola dunia lambangnya
Hijau tua warnanya,
PBNU telah mendunia
Karena Gus Yahya ketua umumnya.”

 

“Pergi ke Mesir mampir di Palestina
Beli roti samboza di Yordania,
NU hadir untuk peradaban dunia
Dipimpin Gus Yahya NU makin mendunia.”

 

Penulis: Moch Rizqi Bagus Kurniawan


Tapal Kuda Terbaru