• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Tapal Kuda

Ponpes Ngalah Purwosari Gunakan Metode Tasmi’ untuk Hafalan Al-Qur’an

Ponpes Ngalah Purwosari Gunakan Metode Tasmi’ untuk Hafalan Al-Qur’an
Kegiatan hafalan Al-Qur'an dengan metode tasmi' di Ponpes Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/MS)
Kegiatan hafalan Al-Qur'an dengan metode tasmi' di Ponpes Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan. (Foto: NOJ/MS)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengasuh asrama Pondok Pesantren Ngalah Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Luluk Nazhiroh, menjelaskan bahwa metode evaluasi program tahfidz Al-Qur’an yang diterapkan di pesantrennya ialah metode tasmi’. Metode ini ialah membaca Al-Qur’an yang diselesaikan dalam satu hari dan disaksikan oleh guru penguji bersama santri.

 

Luluk mengatakan, metode tasmi’ baru diterapkan di Ponpes Ngalah pada tanggal 11-12 Maret 2021 lalu.

 

"Dalam kegiatan tasmi' ini dapat dijadikan bukti bahwa santri tersebut benar-benar memiliki hafalan Al-Qur'an dengan kuantitas dan kualitas yang baik yang ditandai dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an tanpa kesalahan di hadapan para penguji atau guru pembimbingnya, juga di hadapan para santri lain yang ikut menyimak dan mengoreksi,” kata Luluk kepada NU Online Jatim, Kamis (18/03/2021).

 

Keunggulan metode tasmi’, kata hafidzah akrab disapa Neng Luluk itu, adalah benar-benar menguji kemampuan hafalan 30 juz Al-Qur'an santri bil ghaib di luar kepala. Bukan lagi setoran, tapi hafal dan mampu membaca di hadapan para penguji tanpa melihat dalam satu waktu.

 

"Meskipun tahfidz Al-Qur'an sudah menjadi salah satu program wajib di pesantren yang sudah diikuti ribuan santri, untuk metode tasmi' ini baru pertama dilakukan pada hari Jumat minggu kemarin. Hari pertama, pukul tujuh pagi hingga lima sore pembacaan hafalannya. Hari kedua dilakukan tasyakuran," ujar istri dari Rektor Universitas Yudharta Pasuruan tersebut.

 

"Alhamdulillah, santri kami, Qoimatud Diniyah, sebagai angkatan pertama lulus dengan luar biasa. Semoga ke depannya banyak santri yang lulus seperti Qoimatud tersebut," ujar Neng Luluk.

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru