• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Tapal Kuda

Sanggahan Pesantren Sukorejo soal Rilis Ratusan Ulama Wafat

Sanggahan Pesantren Sukorejo soal Rilis Ratusan Ulama Wafat
Surat klarifikasi Pesantren Salafiyah Syafi'iyah terkait rilis daftar nama 541 ulama wafat oleh Panser NU. (Foto: NOJ/R)
Surat klarifikasi Pesantren Salafiyah Syafi'iyah terkait rilis daftar nama 541 ulama wafat oleh Panser NU. (Foto: NOJ/R)

Situbondo, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (selanjutnya ditulis Pesantren Sukorejo), Sumberrejo, Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengeluarkan surat klarifikasi dan keberatan atas keterangan yang dinyatakan Panser NU dan diberitakan sejumlah media terkait wafatnya 541 ulama karena mayoritas terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.

 

Klarifikasi dan keberatan berkop resmi Pesantren Sukorejo itu dikeluarkan pada 5 Juli 2021 dengan nomor 0828/047/S.1.02/VII/2021 dan ditandatangani oleh Sekretaris Pondok Pesantren Sukorejo, Khoirul Anwar. Surat ditujukan kepada Pengurus Pusat RMI PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim, Jaringan Panser NU, dan Jaringan Gusdurian.

 

Surat klarifikasi itu berisi lima poin. Dijelaskan poin kesatu, Pesantren Sukorejo keberatan karena pada daftar ulama yang wafat di nomor urut 513-523 yang tertera dalam rilis, disebutkan nama terang ulama yang wafat dan disandingkan dengan Pesantren Sukorejo, Situbondo. Padahal, tidak semuanya yang wafat berdomisili di Sukorejo.

 

“Sukorejo adalah sebuah dusun kecil, tempat domisili Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo berada. Bahkan, tempat tinggal mereka yang wafat, juga bukan hanya berasal dari Sumberrejo ataupun Kecamatan Banyuputih,” isi klarifikasi di poin kesatu.

 

“Ada di antara mereka yang berasal dari Kecamatan Asembagus, Kecamatan Kapongan, dan Kecamatan Jangkar. Mereka adalah bagian dari warga masyarakat yang sudah berkiprah di tengah masyarakat di daerahnya masing-masing,” lanjut pesan di poin kesatu.

 

Secara lengkap berikut ini isi poin kedua hingga kelima surat klarifikasi tersebut:

 

Kedua, Demikian halnya dilihat dari latar belakang profesi dan keterkaitan dengan Pesantren Sukorejo, sangat tidak tepat jika dinisbatkan pada Pesantren Sukorejo. Latar belakang profesi mereka sangat beragam. Ada pengasuh pesantren di daerahnya, ada tokoh agama, ada ASN, dan ada wiraswasta. Jadi keseharian mereka tidak semuanya beraktivitas di Pesantren Sukorejo, karena tidak seluruhnya guru, dan juga tidak semuanya pengurus pesantren.

 

Ketiga, untuk penanganan kesehatan santri dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami sangat serius melakukannya sejak tahun 2020. Kami mendapatkan support dari banyak pihak, baik RMI NU, Satgas Covid-19 NU, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Termasuk ikhtiar batin dan riyadlah pembacaan hizib, wirid dan shalawat. Beragam upaya kami lakukan, Alhamdulillah berbuah positif. Atas izin Allah, pada santri dalam kondisi baik, mereka senang dan menikmati aktivitas harian di dalam pondok pesantren.

 

Keempat, setiap saat kami melakukan kajian dan analisa terhadap tren fluktuasi jumlah masyarakat di Kabupaten Situbondo yang terpapar Covid-19. Sebelum terjadinya lonjakan jumlah yang terkonfirmasi positif pada pekan ketiga bulan Juni 2021 di Kabupaten Situbondo, kami sudah melakukan upaya preventif-protektif terhadap santri di Pesantren Sukorejo.

 

Sejak tanggal 9 Juni 2021, kami sudah menerapkan muhasabah. Pada masa muhasabah ini, pengurus pesantren, guru, dan dosen serta tenaga penunjang layanan sudah tidak boleh masuk dan beraktivitas di pesantren. Seluruhnya melakukan pekerjaan dari rumah. Santri seluruhnya ada di dalam kompleks pesantren, steril dari masyarakat luar.

 

Baru dua hari ini, ketika grafik confirm positif sudah menurun, kami melakukan inventarisasi tenaga inti pesantren untuk diperbolehkan secara terbatas masuk ke kompleks pesantren dengan prosedur kesehatan yang ketat dan dilakukan pemeriksaan rapid tes antigten.

 

Kelima, mohon dukungan atas berbagai upaya yang sudah dan sedang kami lakukan semoga Allah senantiasa meridlai-Nya.

 

Editor: Nur Faishal


Tapal Kuda Terbaru