• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 10 Desember 2022

Tapal Kuda

Satu Lagi Mualaf yang Ikrar Syahadat lewat PCNU Kota Pasuruan

Satu Lagi Mualaf yang Ikrar Syahadat lewat PCNU Kota Pasuruan
Stefanus membaca ikrar syahadat di kantor PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/Diana Putri)
Stefanus membaca ikrar syahadat di kantor PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/Diana Putri)

Pasuruan, NU Online Jatim

Stefanus Danusaputro resmi menjadi mualaf pasca membaca ikrar syahadat di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan, Kamis (22/09/2022).

 

Niat tersebut sebab keinginannya untuk menikahi seorang gadis muslim yang merupakan seorang guru di salah satu sekolah negeri di Kota Pasuruan.

 

"Datang ke kantor PCNU untuk ikrar syahadat. Sebulan sebelumnya sudah ikrar juga tapi sirri dipandu sama mudin," terang Muhammad Zainal, Ketua Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZISNU) Kota Pasuruan, Selasa (27/09/2022).

 

Zainal mengatakan, diulangnya ikrar syahadat sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat keterangan pindah agama secara resmi. Sebab, sertifikat itu hanya dapat dikeluarkan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) daerah setempat dan bukan dari Kantor Urusan Agama (KUA).

 

"Mengulang syahadat bukan berarti yang pertama tidak sah, tapi untuk dapat sertifkat. Karena peraturan Kementerian Agama Kota Pasuruan tahun ini yang bisa mengeluarkan sertifikatnya dari Ormas saja," imbuh Zainal.

 

Ia menjelaskan, apabila ada seseorang yang berniat untuk muallaf, maka harus dituntun syahadat dengan segera. Sebab, menurutnya, penundaan waktu sama saja dengan menyetujui seseorang dalam keadaan kafir.

 

"Saya punya prinsip kalau ada yang masuk Islam harus syahadat saat itu juga. Nggak perlu menunggu sampai ada pengurus yang mensyahadatkan, karena kalau gitu artinya kita setuju orang itu dalam keadaan kafir," tegas Zainal.

 

Sebagai kenang-kenangan, pihak LAZISNU lantas memberikan sarung serta buku panduan sholat pada Stefanus. Hal ini sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada PCNU Kota Pasuruan.

 

"LAZISNU kalau ada muallaf selalu memberi kenang-kenangan. Karena dia mau datang ke kantor ini dan ikrar ke PCNU,” tambah dia.

 

Turut hadir dan bertindak sebagai pembimbing Rais Syuriyah PCNU Kota Pasuruan, KH Abdul Khalim Mas`ud beserta empat orang saksi yakni Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan KH Ali Iqbal, Katib PCNU Kota Pasuruan M Mundzir Thuhri AM, dan Mudin Kecamatan Purworejo Abdul Djalil.


Tapal Kuda Terbaru